WARTAGARUT.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut menegaskan komitmennya dalam memperkuat kondusivitas antarumat beragama dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang digelar di Pendopo Garut, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus komisi masa khidmat 2025–2030 serta silaturahmi Bada Idul Fitri 1447 Hijriah ini mengusung tema “MUI Bergerak untuk Garut Hebat”.
Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, Amin Muhyiddin Maolani, menyampaikan bahwa Mukerda menjadi forum penting dalam menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga panjang secara terstruktur dan terukur.
“Mukerda ini merupakan keharusan bagi organisasi untuk menyusun program kerja yang tertib, teratur, dan terukur,” ujarnya.
Ia menegaskan, MUI memiliki peran strategis sebagai pelayan umat (khadimul ummah) sekaligus mitra pemerintah (sodikul hukumah), sehingga diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program kerja.
“Kita harus sinergis dan kolaboratif dengan pemerintah serta bergerak sesuai leading sector masing-masing komisi,” katanya.
Menurutnya, sebagai kepengurusan yang baru dilantik beberapa bulan lalu, MUI Garut masih dalam tahap membangun fondasi organisasi, termasuk tata kelola dan sistem kerja yang solid.
“Belum ada fondasi yang kuat, belum ada tata kerja yang baku. Maka Mukerda ini menjadi langkah awal untuk merumuskan arah kerja ke depan,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, MUI Garut menetapkan sejumlah program prioritas, di antaranya menjaga kondusivitas antarumat beragama sebagai modal utama pembangunan sosial.
Selain itu, MUI juga akan masuk ke ranah pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Kondusivitas itu modal utama. Tanpa itu, program apa pun tidak akan berjalan optimal. Di sisi lain, kita juga harus membantu membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program-program yang disepakati dalam Mukerda akan menjadi dasar pelaksanaan kerja organisasi selama satu tahun ke depan, sekaligus bahan evaluasi pada Mukerda berikutnya.
“Mungkin tahun depan kita akan adakan Mukerda lagi untuk evaluasi program yang sudah dijalankan,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















