WARTAGARUT.COM – Sebanyak 22.022 ekor domba dan kambing diprediksi akan dipotong di Kabupaten Garut saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding komoditas hewan kurban lainnya dan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap domba dan kambing.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, M.A., mengatakan permintaan terbesar tahun ini memang datang dari komoditas domba dan kambing karena dinilai lebih terjangkau dan sesuai dengan daya beli masyarakat.
“Permintaan terbesar pada kurban tahun ini ada pada komoditas domba dan kambing, karena dianggap paling terjangkau dan sesuai kemampuan daya beli masyarakat,” ujarnya melalui rilis kepada WartaGarut.com, Rabu, (13/5/2026).
Data Diskannak Garut mencatat terdapat 229 pedagang domba dan kambing yang menyiapkan sekitar 19.009 ekor ternak menjelang Idul Adha.
Jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya pasokan dari peternak lokal maupun dari luar daerah.
Selain domba dan kambing, Kabupaten Garut juga memiliki pasokan sapi dan kerbau yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
drh. Dyah Savitri menegaskan bahwa ketersediaan hewan kurban di Garut dipastikan aman dan akan terus bertambah hingga mendekati hari raya.
Di sisi lain, kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Garut hingga Mei 2026 juga terpantau dalam keadaan terkendali.
Diskannak Garut telah melakukan berbagai upaya pengendalian seperti surveilans, vaksinasi, pengobatan, edukasi kepada peternak, serta pengawasan lalu lintas ternak.
Untuk memastikan kesehatan ternak, sebanyak 100 petugas pemeriksa hewan kurban diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Petugas akan melakukan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem agar hewan yang disembelih benar-benar sehat, cukup umur, dan layak dikurbankan.
Harga domba dan kambing tahun ini berkisar antara Rp80.000 hingga Rp110.000 per kilogram bobot hidup, tergantung kualitas dan ukuran ternak.
Diskannak Garut juga menerapkan prinsip HAUS, yakni Halal, Aman, Utuh, dan Sehat, guna memastikan kualitas daging kurban tetap terjaga hingga diterima masyarakat.
“Mudah-mudahan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berlangsung aman, sehat, tertib, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” pungkas drh. Dyah Savitri.***
Penulis : Soni Tarsoni

















