WARTAGARUT.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Garut mempercepat penurunan stunting mendapat tanggapan dari Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki, menyusul gelaran Talkshow FOKUS Vol. 74 Radio Intan Garut yang membahas strategi menekan angka stunting di Kabupaten Garut, Kamis (4/12/2025) di UPT Penyiaran Radio Diskominfo Garut.
Dalam talkshow itu, Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana memaparkan perjalanan panjang Garut menurunkan prevalensi stunting dari 35,2% pada 2021 menjadi 14,2% pada 2024, melalui intervensi spesifik, sensitif, dan program inovasi TOSS (Temukan, Obati, Sayangi Stunting).
Menanggapi capaian tersebut, H. Aceng Malki menyampaikan dukungannya terhadap langkah Pemkab Garut, namun menegaskan masih banyak perbaikan teknis yang perlu dipacu agar target nasional 14% di 2025 benar-benar tercapai.
“Secara prinsip, kami mendukung penuh langkah Garut menurunkan stunting. Trennya positif dan ini harus diapresiasi. Namun tetap ada catatan teknis yang perlu diperkuat, terutama konsistensi data, pengawasan lapangan, dan integrasi lintas sektor,” ujar Aceng Malki.
Ia menilai pendekatan by name by address yang dipaparkan DPPKBPPPA sudah tepat, tetapi harus lebih diperhalus agar tidak terjadi perbedaan angka antara survei dan pendataan daerah.
“Validasi data tidak bisa setengah-setengah. Kita perlu satu pintu data agar intervensi tepat sasaran. Jangan sampai ibu hamil atau balita yang membutuhkan intervensi justru tidak terpantau,” tegasnya.
Aceng juga memberi catatan khusus terkait risiko new stunting, yang sebelumnya ditekankan oleh Kabid Kesmas Dinkes Garut, Tri Cahyo Nugroho.
“Fokus mencegah bayi baru lahir stunting itu sangat strategis. Tapi harus didukung edukasi intensif kepada bumil, pasokan gizi yang terjamin, serta sanitasi yang benar-benar diawasi,” jelasnya.
Politisi asal Garut itu menambahkan bahwa Komisi V DPRD Jabar siap mendorong penguatan program dari sisi kebijakan dan anggaran, terutama untuk mendukung posyandu aktif, pemenuhan gizi ibu hamil, dan akses air bersih—tiga faktor yang menurutnya paling krusial.
“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi soal sistem. Kalau kita ingin hasil yang permanen, perbaikan infrastrukturnya jangan setengah hati,” tutupnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni










