WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas komitmen Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin/Gus Imin), yang menegaskan pentingnya kesetaraan nyata bagi 15 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Menko PM RI dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Universitas Indonesia, Depok.
Aceng Malki menilai bahwa langkah Menko PM RI sejalan dengan kebutuhan nyata masyarakat, terutama di Jawa Barat, yang memiliki populasi penyandang disabilitas cukup besar namun aksesibilitas dan layanan inklusif masih terbatas.
“Apa yang disampaikan Menko PM RI sangat relevan. Kita tidak boleh hanya bicara empati dan belas kasihan. Negara harus hadir melalui sistem pemberdayaan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut data yang disampaikan Menko PM RI, terdapat 15 juta penyandang disabilitas, dan 8,5 juta di antaranya tergolong tidak mampu.
Ceng Malki menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi masyarakat yang memiliki hak setara untuk hidup produktif. Ia menegaskan penyataan Menko PM RI.
“Mereka saudara kita, tetangga kita, rekan kerja kita. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mandiri dan berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Ceng Malki juga menyoroti pesan Menko PM RI yang menyatakan bahwa tantangan terbesar penyandang disabilitas bukan hanya stigma, tetapi juga akses terhadap pekerjaan layak, pendidikan bermutu, fasilitas publik, dan layanan kesehatan yang masih sulit dijangkau.
“Jawa Barat harus menjadi pelopor. Inklusi bukan wacana, tapi kebijakan yang wajib diterjemahkan dalam program nyata di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.
Ia menyambut baik contoh praktik baik yang disebutkan Menko PM RI seperti Rumah Inklusif Kebumen dan Cita Mandiri Bogor, yang membuktikan bahwa gotong royong antara masyarakat, perusahaan, dan universitas mampu menghadirkan ruang inklusi yang produktif.
“Model seperti ini harus direplikasi. Pemprov Jabar harus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas disabilitas untuk menciptakan ekosistem inklusif yang lebih kuat,” tuturnya.
Aceng Malki menambahkan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional seharusnya menjadi momentum mempercepat kebijakan afirmatif.
Ia mendukung ajakan Menko PM RI agar gerakan pemberdayaan penyandang disabilitas menjadi gerakan nasional.
“Gerakan ini tidak boleh berhenti di seremoni tahunan. Kita harus benar-benar mewujudkan aksesibilitas dan kesempatan kerja yang setara. Jawa Barat siap berkolaborasi,” pungkasnya.***
———
Jangan lewatkan berita penting se-Garut!
Klik Lonceng Merah di pojok kanan bawah sekarang, lalu ikuti Saluran WhatsApp “WARTA GARUT” untuk dapat kabar tercepat, akurat, dan terpercaya setiap hari.
Gratis selamanya!
Penulis : Soni Tarsoni

















