WARTAGARUT.COM – Komisi V DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, untuk melakukan pengawasan sekaligus menghimpun informasi terkait kesiapan pelaksanaan Program Sekolah Maung (Manusia Unggul) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Kunjungan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Cisarua, Jalan Kolonel Masturi No. 64, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD Jawa Barat terhadap program prioritas pendidikan yang tengah dipersiapkan pemerintah provinsi.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Fraksi PKB, H. Aceng Malki, yang akrab disapa Ceng Malki, menegaskan bahwa pengawasan terhadap Program Sekolah Maung dan SPMB 2026 sangat penting untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dan data secara langsung terkait kesiapan Program Sekolah Maung atau Manusia Unggul serta pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru tahun 2026. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Aceng Malki.
Program Sekolah Maung Jadi Perhatian DPRD Jabar
Program Sekolah Maung atau Manusia Unggul menjadi salah satu program yang mendapat perhatian karena dirancang untuk mencetak generasi muda yang memiliki karakter kuat, kompetensi unggul, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Menurut Ceng Malki, DPRD Jawa Barat memiliki tanggung jawab untuk memastikan program tersebut dipersiapkan secara matang, mulai dari aspek kurikulum, sarana pendidikan, kesiapan tenaga pendidik, hingga dukungan anggaran.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, setiap program pendidikan harus dirancang dengan orientasi jangka panjang.
“Program pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, memiliki karakter yang baik, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.
SPMB 2026 Harus Transparan dan Berkeadilan
Selain Program Sekolah Maung, Komisi V DPRD Jawa Barat juga memberikan perhatian khusus terhadap persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Ceng Malki menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus berlangsung secara transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Menurutnya, setiap tahapan penerimaan siswa baru harus dapat dipahami masyarakat sehingga meminimalkan potensi persoalan yang sering muncul saat proses penerimaan berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan SPMB berjalan sesuai regulasi, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Pendidikan merupakan hak seluruh warga yang harus dilayani dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi yang masif kepada masyarakat agar seluruh mekanisme dan persyaratan penerimaan peserta didik dapat dipahami secara jelas.
Pengawasan Pendidikan untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Sebagai anggota Komisi V DPRD Jawa Barat yang membidangi pendidikan, Aceng Malki menilai pengawasan terhadap program pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Jawa Barat dapat memperoleh gambaran langsung mengenai kesiapan sekolah dalam menjalankan berbagai kebijakan pendidikan yang akan diterapkan.
Hasil kunjungan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan pelaksanaan Program Sekolah Maung dan SPMB 2026.
“Kami berharap seluruh program pendidikan yang disiapkan pemerintah dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat, termasuk memberikan manfaat besar bagi generasi muda di masa depan,” kata Aceng Malki.
Kunjungan kerja ini sekaligus menunjukkan komitmen DPRD Jawa Barat dalam mengawal kebijakan pendidikan agar benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan di Jawa Barat.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar