WARTAGARUT.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut bekerja sama dengan SMK Muhammadiyah Garut menggelar program Pengawasan Partisipatif Bawaslu Bersama Siswa Garut Awasi Pemilu (BERSIGAP) di Aula SMK Muhammadiyah Garut, Jalan Jenderal Ahmad Yani No.257, Garut Kota, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula dalam pengawasan pemilu dan pemilihan kepala daerah.
Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Yusuf Firdaus, menegaskan bahwa kegiatan BERSIGAP merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar tingkat SMA/sederajat.
“Program Bawaslu BERSIGAP ini menyasar sekolah-sekolah. Kami ingin membangun kesadaran teman-teman pemilih pemula akan pentingnya peran mereka dalam pengawasan partisipatif, baik dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, kegiatan ini berlangsung pada masa non-tahapan pemilu. Meski tidak ada agenda pemilu atau pilkada yang sedang berjalan, Bawaslu tetap mengisi ruang publik dengan sosialisasi demokrasi kepada kelompok masyarakat, termasuk pemilih pemula, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
Menurut Yusuf, terdapat tiga poin utama yang disampaikan kepada siswa. Pertama, pemilu sebagai mekanisme peralihan kepemimpinan nasional yang legal dan konstitusional.
Kedua, dorongan kepada pemilih pemula untuk memastikan diri terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ketiga, pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan partisipatif.
“Walaupun tidak sedang tahapan, pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan tetap berlangsung. Bawaslu mengawasi, sementara KPU melakukan proses teknis. Jika ada pemilih meninggal atau pemilih baru, datanya diperbarui. Kami juga membuka posko pengaduan,” katanya.
Ia menyebut program BERSIGAP mendapat respons positif dari pihak sekolah. Sebelum di SMK Muhammadiyah Garut, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah sekolah lain.
“Kami berharap ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan pemilu yang lebih demokratis dan berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai edukasi pengawasan pemilu sangat penting bagi siswa sebagai pemilih pemula.
“Alhamdulillah, dengan adanya Bawaslu, siswa mendapatkan gambaran yang jelas tentang tahapan pemilu dan pengawasannya. Ini menambah wawasan mereka,” ujarnya.
Yan Yan menegaskan sekolah mendorong siswa yang telah memiliki KTP untuk terdaftar dalam DPT agar dapat berpartisipasi langsung dalam pemilu mendatang.
“Insyaallah kami akan menguatkan agar siswa bisa masuk DPT minimal. Mereka harus terlibat langsung, tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga memahami pengawasan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMK Muhammadiyah Garut dan Bawaslu Kabupaten Garut.
Kerja sama tersebut mencakup sosialisasi berkelanjutan, pelaksanaan pengawasan partisipatif, serta pembelajaran demokrasi bagi siswa.
“Harapannya MoU ini bisa berjalan kontinu dalam kerangka pembelajaran demokrasi kepada siswa,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni


















