Gus Nadir Tegaskan Pentingnya Tabayyun di Era Medsos untuk Mencegah Dampak Sosial

Rabu, 20 November 2024 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Nadir Tegaskan Pentingnya Tabayyun di Era Medsos untuk Mencegah Dampak Sosial

Gus Nadir Tegaskan Pentingnya Tabayyun di Era Medsos untuk Mencegah Dampak Sosial

WARTAGARUT.COM – Banyaknya informasi yang salah kaprah mengenai pemahaman beragama di media sosial (Medsos), menuntun cendekiawan muda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gus Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir, aktif mengkampanyekan fikih sosial di era medsos.

“Selama ini fikih kita itu fikih ibadah, ada orang yang alim secara ritual, tetapi secara sosial bermasalah. Seakan akan semakin dia alim, semakin beragama, semakin jauh dari masyarakat,” ujarnya, saat ngaji bareng Gus Nadir ‘Memahami Peran Medsos dan Fiqih Sosial di Era Digital, di Pesantren Fauzan, Garut Rabu (20/11/2024)

Menurutnya, ajaran islam yang dibawa Rosululloh Muhammad SAW penuh kasih sayang dan perhatian kepada sesama, sehingga dibutuhkan pemahaman keagamaan yang menyeluruh terutama di era medsos saat ini.

“Belajar agama itu untuk membersihkan hati kita, orang mau membersihkan hati, karena dia mengakui ada yang kotor di hatinya, sehingga perlu dibersihkan,” ujar dia.

Saat ini ujar dia, medsos kerap dijadikan menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat, tanpa penjelasan yang lengkap dan benar sesuai dengan ajaran agama.”Masyarakat harus bijak, harus cerdas. Misalnya soal boikot (produk) ini menjadi fenomena yang luar biasa,” kata dia.

Ia mencontohkan bagaimana emosi masyarakat Indonesia kerap tersulut persoalan perang Palestina dan Israel di wilayah Gaza, yang akhirnya menyebar menjadi isu ekonomi akibat banyaknya produk yang diboikot.

“Jangan sampai emosi kita itu menimbulkan kemadaratan, merespon masalah dengan masalah baru, rekan rekan kita banyak yang di PHK, tokonya tutup, jangan jangan terjadi perang dagang dibalut dengan boikot,” kata dia.

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan

“Efeknya ada perusahaan menutup sekian gerai dan memPHK ribuan karyawan. Yang terjadi sodara-sodara kita di Indonesia yang bekerja di perusahaan itu jadi korban. Saya bukan tidak setuju dengan boikot, tapi harus boikot yang cerdas sehingga tidak ada efek merugikan bagi saudara-saudara kita,” terang Gus Nadir.

Ketika MUI bilang harus boikot, jelas Gus Nadir, ini problemnya.

“Emosi sudah naik, lalu bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tiba-tiba jadi pengangguran, KPR belum lunas, anak-anaknya masih sekolah, ini kemudian menjadi fenomena sosial. Apa hukumnya orang yang ikut-ikutan boikot yang efeknya banyak orang yang kena PHK, kita ikut dosa tidak? Ini fenomena sosial dan kita harus hati-hati,” jelasnya.

Kemudian, jelas Gus Nadir, bagaimana memverifikasi bahwa yang diboikot itu produk zionis? Apakah perusahaan yang membuka bisnisnya di Israil menjadi gerakan zionis? Jangan sampai salah sasaran boikot karena MUI tidak mengeluarkan daftar list perusahaannya.

“Lalu siapa yang mensuplai data list perusahaan itu?,” tandas Gus Nadir.

Melihat fenomena itu, Gus Nadir meminta masyarakat lebih bijak dan jangan menjadikan informasi di medsos, sebagai pijakan utama dalam menentukan sebuah keputusan.

“Seakan-akan disebut benar kalau sharenya banyak, sementara kita diajarkan di pondok tidak seperti itu, harus tabayun (konfirmasi), kekuatan dalil,” ujar salah satu guru besar Fakultas Hukum, Universitas Melbourne, Australian itu mengingatkan.

Kemudian, untuk mengingatkan masyarakat, tercatat dalam beberapa tahun terakhir, Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia itu, getol mengkampanyekan pentingnya pemahaman fikih sosial dalam menerapkan ajaran islam yang penuh kasih sayang.

Baca Juga :  Liverpool vs Nottingham Forest 2-2, Gol Víctor Muñoz Selamatkan The Reds

“Saya tidak bisa menyelesaikan masalah dengan saya sendiri, saya datang tidak dengan jawaban, tetapi saya mengajak ayo kita fikirkan (solusi dalam menyelsaikan persoalan sosial),” ujar dia.

Sebelum di pesantren Fauzan, ngaji bareng Gus Nadir dilakukan di masjid Agung Garut, kemudian Pesantren Cipasung Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi persinggahan pertama Gus Nadir dalam safari ngaji fikih sosial di era Medsos di wilayah Priangan Timur.

Rencananya safari ngaji bareng Gus Nadir berakhir di daerah Pandeglang, Banten.

“Saya ingin datang menyapa bahwa ternyata di Garut baik-baik saja, tidak seperti yang orang biang intoleran lah, apa lah, ternyata masyarakat Garut bisa menerima pemikiran-pemikiran yang saya sampaikan,” ujar dia.

Respon Masyarakat

Salah satu pengasuh Pesantren Fauzan KH Abdul Mujib menyambut baik kedatangan Gus Nadir di salah satu pesantren tertua di Indonesia itu.

Menurutnya, kehadiran putra mendiang KH Ibrahim Hosen itu, memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat agar bijak menggunakan medsos.

“Jadi dengan datangnya beliau ke sini, saya merasakan masih banyaknya kekurangan saya, terutama soal pengetahui dan dampak baik buruknya informasi di era digital,” kata dia.

Hadirnya fikih sosial ujar Ketua Umum Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme dan intoleransi (Almagari) itu, memberikan pemahaman pentingnya menjaga hubungan baik sosial kemasyarakatan, untuk mencegah masalah intoleransi, radikalisme tumbuh subur di masyarakat.

”Makanya generasi muda NU harus faham dan melek terhadap kemajuan teknologi terutama bijak menyampaikan informasi di era digital ini,” kata dia.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Pembina YDHIG Tekankan Karakter, Mutu, dan Kebersamaan dalam Apel Gabungan IKKHG
Vanisa Anggraeni Raih Medali Emas OSSN Nasional, Harumkan SMK Muhammadiyah Garut
KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya
SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan
Generasi Muda Garut Diingatkan Waspadai Propaganda Ekstrem di Media Sosial
UNIGA Lepas 1.342 Mahasiswa KKN 2026, Bawa Misi Pemberdayaan Masyarakat
SMK Muhammadiyah Garut Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata
Pangdam III Siliwangi, Deputi I BNPT dan Direktur PT. Antam, Tbk. hadiri Inauguration Ceremony 2026 Santri Murid Baru Al Mashduqi IIBS Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:27 WIB

Ketua Pembina YDHIG Tekankan Karakter, Mutu, dan Kebersamaan dalam Apel Gabungan IKKHG

Selasa, 1 September 2026 - 09:14 WIB

Vanisa Anggraeni Raih Medali Emas OSSN Nasional, Harumkan SMK Muhammadiyah Garut

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:41 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Generasi Muda Garut Diingatkan Waspadai Propaganda Ekstrem di Media Sosial

Berita Terbaru