WARTA GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan bersama seluruh kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) melakukan kunjungan Sekaligus evaluasi kinerja Tahun Anggaran (TA) 2022 dan monitoring perencanaan pembangunan (TA) 2023. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (27/12/2022).
Dalam kesempatan kunjungan ini, Bupati Garut pun sekaligus memberikan bantuan langsung kepada keluarga yang memiliki balita stunting. Bantuan yang berisi beras, minyak, gula, susu, hingga telur ini disambut antusias masyarakat, dan hal ini terlihat dengan berbondong-bondongnya masyarakat untuk mengantri menerima bantuan sembako. Rudy berharap pemberian bantuan ini dapat memberikan stimulan dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Garut.
Selain melakukan pemberian bantuan langsung sembako kepada masyarakat, bupati menyempatkan berdialog dengan warga setempat yang dikunjunginya. Bupati Garut meminta para kepala desa untuk lebih peduli terhadap masalah stunting di daerahnya masing-masing. Selain itu kepada kepala SKPD agar memperhatikan permasalahan di lapangan, mulai dari infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, permukiman, hingga urusan teknologi komunikasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, Muksin, yang turut serta dalam kunker ini, mengatakan, Bupati Garut mengendarai kendaraannya sendiri ke Kampung Cileuleuy melewati jalanan _off road_, sehingga tiba di Kampung Cileuleuy pada sore hari. Setibanya di Kampung Cileuleuy, Bupati Garut langsung menerima berbagai keluhan masyarakat terkait akses jalan yang rusak berat dan belum adanya akses telekomunikasi di daerah tersebut.
“Kemudian ditambah masyarakat Cileuleuy dan Kampung Stamplat sampai saat ini belum mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai karena di sana termasuk salah satu kawasan _blankspot_. Sehingga beliau langsung memerintahkan agar diusahakan masyarakat di dua kampung tersebut mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai,” ucap Muksin.
Menanggapi hal tersebut, Muksin mengungkapkan, para Kepala SKPD diajak oleh Bupati Garut untuk merasakan bagaimana rasanya melewati jalan yang rusak tersebut serta merasakan lokasi yang tidak memiliki akses telekomunikasi yang memadai. Ia mengungkapkan, bahwa penemuan solusi dari permasalahan tersebut bisa didapatkan melalui 5 _design thinking_ yang melewati beberapa tahapan diantaranya _empathize, define, ideate, prototype, dan test_.
“Jadi itulah mungkin salah satu bentuk implementasi kalau dalam layanan itu atau inovasi disebut dengan _design thinking_, di mana design thinking itu ada 5 aspek, yang pertama adalah empati, jadi bapak bupati mengajak para kepala SKPD untuk merasakan betapa sulitnya untuk melewati jalan tersebut, kemudian bagaimana merasakan tidak ada akses telekomunikasi yang memadai, dengan adanya empati tersebut nanti akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu mendefinisikan masalah yang ada di sana, ada permasalahan telekomunikasi,” tandasnya.
Sehingga dari sana, sebut Muksin, selaku pelayan masyarakat dapat merumuskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, kemudian berpikir untuk melahirkan ide atau gagasan yang dianggap dapat mengatasi masalah.
“Kemudian mewujudkan ide dan gagasan untuk kemudian menerapkan dan mengevaluasinya, saya kira itu esensi dari kunjungan kerja Bupati Garut bersama Bebarapa Kepala SKPD kali ini,” tandasnya















