WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menekankan pentingnya penguatan silatulfikri dan pelayanan sepenuh hati dalam apel pagi minggu keempat Januari 2026 di Lapangan Utama Kantor Kemenag Garut, Selasa (27/1/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti seluruh aparatur sipil negara dan pegawai di lingkungan Kemenag Garut tersebut, Saepulloh bertindak sebagai pembina apel dan menyampaikan amanat terkait penguatan etos kerja, pelayanan publik, serta nilai-nilai pesantren dalam birokrasi.
Saepulloh menegaskan, silatulfikri atau silaturahmi pemikiran harus menjadi budaya kerja yang terus dikembangkan di lingkungan Kementerian Agama.
“Silatulfikri adalah upaya membangun cara berpikir yang sehat, terbuka, dan saling menguatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” ujar Saepulloh dalam amanatnya.
Ia menyampaikan, tugas aparatur Kementerian Agama tidak hanya sebatas menjalankan administrasi, tetapi juga menghadirkan nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan dalam setiap pelayanan.
“Pelayanan itu harus dilakukan dengan sepenuh hati, penuh kegembiraan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” katanya.
Menurut Saepulloh, pendekatan berbasis nilai pesantren perlu terus diperkuat agar pegawai memiliki karakter kerja yang disiplin, ikhlas, dan bertanggung jawab.
“Perspektif pesantren mengajarkan kita untuk bekerja dengan keikhlasan, berpikir tinggi, dan selalu memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan silatulfikri sebagai sarana pengembangan potensi berpikir dan inovasi dalam pelayanan publik.
“Jika kita mampu membangun budaya berpikir tinggi dan kolaboratif, maka pelayanan akan berdampak pada kebahagiaan masyarakat,” tegas Saepulloh.
Lebih lanjut, Saepulloh berharap apel pagi tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama.
Ia meminta seluruh pegawai Kemenag Garut terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan apel pagi tersebut juga menjadi momentum konsolidasi internal dalam rangka memperkuat kinerja organisasi, sekaligus memastikan seluruh program pelayanan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Melalui penguatan nilai silatulfikri dan pelayanan berbasis hati, Kemenag Garut menargetkan terwujudnya birokrasi yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan publik.
Penulis : Soni Tarsoni

















