Mapag Hurip hingga Ziarah Bupati Terdahulu, Refleksi Sejarah di Hari Jadi Garut ke-213

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mapag Hurip hingga Ziarah Bupati Terdahulu, Refleksi Sejarah di Hari Jadi Garut ke-213

Mapag Hurip hingga Ziarah Bupati Terdahulu, Refleksi Sejarah di Hari Jadi Garut ke-213

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 dengan menggelar rangkaian upacara adat Mapag Hurip Gumiwang Ci Garut, prosesi Napak Darma Lingga Buana, hingga ziarah ke makam enam Bupati terdahulu pada Kamis (12/2/2026), sebagai bentuk refleksi sejarah dan penguatan jati diri daerah.

hjg diskominfoRangkaian peringatan Hari Jadi Garut ke 213 dimulai dari Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut yang digelar di SMPN 1 Garut, lokasi yang diyakini sebagai bagian dari fondasi awal berdirinya Kabupaten Garut.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir bersama unsur Forkopimda, Sekda Kabupaten Garut Nurdin Yana, Ketua DPRD Aris Munandar, para kepala SKPD, serta guru dan siswa yang mengikuti prosesi dengan khidmat.

Bupati Syakur menegaskan bahwa Mapag Hurip bukan sekadar seremoni budaya, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Garut sejak awal berdiri pada 1813.

“Kita melaksanakan ini untuk mengingat kembali perjalanan awal keberadaan Kabupaten Garut dan apa yang sudah dilakukan para leluhur. Membangun Garut harus benar-benar serius agar ke depan semakin banyak perubahan yang terjadi,” tegas Syakur.

Menurutnya, refleksi sejarah menjadi fondasi penting agar pembangunan daerah tidak tercerabut dari nilai dan identitas budaya.

Baca Juga :  Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menjelaskan bahwa Sumur Ci Garut memiliki nilai simbolik sebagai sumber kehidupan dan awal peradaban Garut.

“Sumur ini bukan hanya mata air, tetapi sumber cerita dan sumber kehidupan. Merawatnya adalah wujud penghormatan kepada leluhur yang telah menancapkan sejarah di Garut,” ujarnya.

Setelah Mapag Hurip, prosesi dilanjutkan dengan Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut, Jalan Kiansantang. Prosesi tersebut melambangkan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk membangun Garut yang adil, makmur, dan sejahtera.

Beni menambahkan, pelaksanaan dua upacara adat tersebut menjadi sejarah baru dalam peringatan HJG ke-213. Pemerintah berharap generasi muda semakin mengenal akar sejarahnya dan bangga terhadap identitas daerah.

Rangkaian refleksi sejarah ditutup dengan ziarah ke makam para Bupati terdahulu. Ziarah pertama dilakukan di TPU Cipeujeuh, Kelurahan Paminggir, tempat dimakamkannya Bupati Garut pertama, Raden Adipati Arya (RAA) Adiwidjaya, yang menjabat pada periode 1813–1831.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sekarmaji, menyebut makam tersebut sebagai bukti otentik peralihan pemerintahan dari Kabupaten Balubur Limbangan ke Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Didier Deschamps Kritik Ivan Barton Meski Akui Spanyol Lebih Baik

“Beliau adalah putra sulung Pangeran Kornel dari Sumedang. Di kompleks ini juga terdapat makam istri beliau, Raden Ajeng Situ Ningrum,” jelas Aji.

Ziarah kemudian dilanjutkan ke Kompleks Makam Keluarga Hoofd Panghoeloe R.H.M. Moesa di Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota.

Di lokasi tersebut dimakamkan lima Bupati Garut lainnya, yakni Raden Adipati Suryanatakusuma (ke-III), Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII (ke-IV), Raden Adipati Aria Soeria Kartalegawa (ke-V), Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa (ke-VI), serta Raden Gahara Wijaya Surya (ke-XIII).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, menyampaikan bahwa kompleks tersebut menjadi saksi perjalanan pemerintahan Garut dari era kolonial hingga masa kemerdekaan.

“Di sini dimakamkan tokoh-tokoh besar yang pernah menjadi wedana, patih, penghulu, hingga bupati. Ini bagian penting dari memori kolektif Garut,” ujarnya.

Peringatan HJG ke-213 melalui Mapag Hurip dan ziarah ini menjadi refleksi bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap semangat menjaga jati diri dan nilai budaya terus hidup di tengah perkembangan zaman.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND
Tiga Kepala Desa Baru di Garut Resmi Menjabat, Berikut Daftar Lengkapnya
Temui Menteri LH, Bupati Garut Akan Geser Fokus Pembangunan Pada Isu Lingkungan
PT KAI Serahkan Pos JPL 19 ke Pemkab Garut, Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta
Krisis 404 Jabatan Kepala Sekolah Garut, Ratusan Sekolah Masih Menunggu Pemimpin Definitif
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Garut Minta Warga Berikan Data Akurat
SAGARUT Resmi Diluncurkan, Super App Baru Garut Hadirkan 8 Layanan Publik dalam Satu Aplikasi
Kepala Kemenag Garut Ajak Tebar Maslahat di Momentum 1 Muharram 1448 H
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:32 WIB

Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:49 WIB

Tiga Kepala Desa Baru di Garut Resmi Menjabat, Berikut Daftar Lengkapnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:31 WIB

Temui Menteri LH, Bupati Garut Akan Geser Fokus Pembangunan Pada Isu Lingkungan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:20 WIB

PT KAI Serahkan Pos JPL 19 ke Pemkab Garut, Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:28 WIB

Krisis 404 Jabatan Kepala Sekolah Garut, Ratusan Sekolah Masih Menunggu Pemimpin Definitif

Berita Terbaru

Argentina dan Spanyol bersiap bertarung pada Final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium. Laga ini mempertemukan juara bertahan dengan tim paling konsisten sepanjang turnamen.

EVENT OLAHRAGA

Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juara?

Sabtu, 18 Jul 2026 - 08:18 WIB

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS APBD Garut 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).

PEMERINTAHAN

APBD Garut 2027 Tembus Rp4,76 Triliun, Ini Prioritas Anggarannya

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:06 WIB