Pemkab Garut Gelar Sosialisasi KUHP Baru untuk Siapkan ASN Hadapi Aturan 2026

Senin, 1 Desember 2025 - 21:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Garut Gelar Sosialisasi KUHP Baru untuk Siapkan ASN Hadapi Aturan 2026

Pemkab Garut Gelar Sosialisasi KUHP Baru untuk Siapkan ASN Hadapi Aturan 2026

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar sosialisasi substansi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kepada jajaran ASN di Ruang Rapat Setda Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (1/12/2025).

Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kesiapan perangkat daerah menjelang pemberlakuan KUHP baru pada 2 Januari 2026.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebutkan sosialisasi tersebut menjadi langkah penting mengingat aturan baru akan membawa perubahan besar dibanding KUHP warisan kolonial yang telah berlaku selama puluhan tahun.

“Undang-undang ini mengganti regulasi lama yang dibuat pemerintah kolonial. Artinya, akan ada perubahan signifikan dalam perlakuan kita terhadap tindak pidana,” ujar Bupati Syakur.

Ia menjelaskan bahwa KUHP baru memiliki karakter substansial yang dirumuskan sesuai perkembangan sosial masyarakat Indonesia.

Regulasi ini menekankan nilai Pancasila, perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), penerapan restorative justice, serta pengakuan terhadap kearifan lokal.

Baca Juga :  14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026

“Kami berharap KUHP yang baru dapat membawa perubahan mendasar dalam filosofi dan substansi hukum pidana nasional. Karena itu, pemahaman yang komprehensif sangat diperlukan agar kesiapan lintas sektor semakin kuat,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Yuyun Wahyudi, turut mengapresiasi langkah Pemkab Garut dalam mempercepat adaptasi ASN terhadap aturan baru tersebut. Ia menegaskan bahwa UU Nomor 1 Tahun 2023 membawa perubahan signifikan pada asas dan pendekatan hukum pidana.

“KUHP yang baru ini membawa perubahan besar pada asas serta pendekatan hukum pidana. Di dalamnya terdapat pembaruan konsep hukum pidana dan pengakuan terhadap living law atau hukum yang hidup di masyarakat,” jelas Yuyun.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi menjadi bagian penting dalam menyamakan persepsi, sehingga perangkat daerah dapat menjalankan tugas pelayanan dan pemerintahan secara tertib, hati-hati, dan sesuai ketentuan.

Sejumlah poin krusial dalam KUHP baru turut disampaikan, di antaranya:

  1. Penguatan perlindungan HAM, termasuk pembatasan pidana mati sebagai alternatif.

  2. Perlindungan terhadap kelompok rentan.

  3. Penguatan asas prioritas dalam hukum pidana.

  4. Penyesuaian delik terkait penyebaran informasi, manipulasi data, dan pelanggaran privasi di era digital.

Baca Juga :  Garudayaksa FC vs Persib Bandung: Starting XI Maung Bandung

Yuyun memastikan bahwa seluruh aparat penegak hukum di Kabupaten Garut—mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Lapas, hingga Rutan—siap menghadapi pemberlakuan KUHP pada 2 Januari 2026.

“Masa transisi selama tiga tahun harus dimanfaatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan OPD terkait, agar tidak terjadi kesalahan administratif maupun potensi pelanggaran hukum,” tambahnya.

Ia berharap pembaruan KUHP mampu menghadirkan sistem hukum pidana yang lebih humanis dan mengedepankan pendekatan restorative justice.

Kejaksaan Negeri Garut, kata Yuyun, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui edukasi, koordinasi, dan pencegahan permasalahan hukum secara konstruktif.***

Ikuti saluran WARTA GARUT di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaFKy1QJuyA7N5Dvk51J

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan
Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut
Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak
Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:48 WIB

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Berita Terbaru

Anggota Tapak Suci Unit 4 SMK Muhammadiyah Garut dalam kegiatan pembinaan bela diri dan karakter pelajar.

PENDIDIKAN

14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:48 WIB