Pendapatan Pajak Terbaru: Bapenda Garut Analisis Potensi dari Citimall dan Ciplaz 

- Jurnalis

Jumat, 5 April 2024 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendapatan Pajak Terbaru: Bapenda Garut Analisis Potensi dari Citimall dan Ciplaz 

Pendapatan Pajak Terbaru: Bapenda Garut Analisis Potensi dari Citimall dan Ciplaz 

WARTAGARUT.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut tengah melakukan pendataan dan proses penghitungan pajak untuk dua mall baru yang baru-baru ini beroperasi di Garut, yaitu Citimall dan Ciplaz.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Drs H. Hendra S. Gumilang, MM, menjelaskan bahwa kehadiran dua mall ini membawa potensi pendapatan pajak yang signifikan bagi Kabupaten Garut.

“Kita sedang melakukan pendataan untuk menentukan bagian mana dari operasional mall yang masuk dalam kategori pajak daerah,” ujarnya kepada Warta Garut saat ditemui di Kantor Bapenda Kabupaten Garut pada Jum’at, 5 April 2024.

Salah satu aspek yang menjadi fokus dalam pendataan adalah perubahan status lahan. 

“Sebelumnya mungkin lahan tersebut adalah lahan kosong tanpa bangunan. Sekarang, dengan adanya mall, tentu akan berdampak pada peningkatan nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” tambah Hendra.

Selain itu, pajak reklame juga menjadi sorotan karena kedua mall tersebut dipasangi berbagai jenis reklame baik di dalam maupun di luar area mall. 

“Reklame yang dipasang di kedua mall ini menjadi objek pajak yang dapat memberikan kontribusi signifikan pada PAD,” ungkapnya.

Selanjutnya, potensi pajak hiburan juga menjadi perhatian, terutama dari fasilitas seperti bioskop dan area permainan anak-anak di dalam mall.

 “Kami sedang melakukan pendataan untuk menentukan apakah kegiatan-kegiatan tersebut masuk dalam kategori pajak hiburan,” jelas Hendra.

Tak hanya itu, pajak makanan dan minuman (mamin) serta pajak hotel juga menjadi bagian dari proses pendataan. 

“Jika terdapat restoran atau hotel di dalam mall, maka transaksi makanan, minuman, dan penggunaan air tanah untuk operasionalnya juga akan menjadi objek pajak,” paparnya.

Meskipun belum dapat memberikan perkiraan jumlah pasti dari potensi pendapatan pajak yang akan dihasilkan dari kedua mall tersebut, Hendra menegaskan bahwa kontribusinya sangat besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut. 

“Proses pendataan ini memang membutuhkan waktu, namun yang pasti, kedua mall tersebut akan berdampak signifikan pada PAD,” tutupnya.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Rapid Home Tawarkan Internet 33 Mbps Rp165 Ribu di Garut, Tanpa Biaya Tambahan
Rapid Home Ekspansi ke Garut, Target 10.000 Rumah dan Gandeng HIMPAUDI di Grand Opening
Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan
7 Agenda Utama Warnai Hari Jadi Garut ke-213 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Zakat Fitrah Garut 2026 Resmi Ditetapkan Rp40.500, Ini Keputusan Lengkap BAZNAS
Kemenag Garut Uji Calon Kepala KUA, H. Saepulloh: Pelayanan Umat Harus Lebih Profesional
Baznas Garut Targetkan Rp17 Miliar Zakat 2026, Baru 40 Persen ASN Berkontribusi
Kepala Kemenag Garut: Rakerda Penentu Keberhasilan Program 2026
Berita ini 355 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:09 WIB

Rapid Home Tawarkan Internet 33 Mbps Rp165 Ribu di Garut, Tanpa Biaya Tambahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:25 WIB

Rapid Home Ekspansi ke Garut, Target 10.000 Rumah dan Gandeng HIMPAUDI di Grand Opening

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:05 WIB

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:20 WIB

7 Agenda Utama Warnai Hari Jadi Garut ke-213 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:17 WIB

Kemenag Garut Uji Calon Kepala KUA, H. Saepulloh: Pelayanan Umat Harus Lebih Profesional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!