WARTAGARUT.COM — Dalam sebuah momen penting yang membuka peluang kerja internasional bagi tenaga kesehatan Indonesia, Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, MA., menerima kunjungan resmi dari Wakil Wali Kota Higashikawa, Hokkaido, Jepang, Fumihiro Sato beserta rombongan di STIKes Karsa Husada Garut.
Pertemuan yang digelar di Kampus Stikes Karsa Husada Garut, pada Selasa, 22 April 2025 ini menjadi langkah awal yang sangat strategis dalam memperluas jejaring internasional dunia pendidikan, terutama di bidang kesehatan.
“Ini pertemuan yang penting dan bernilai buat kita di Indonesia karena membuka peluang untuk belajar dan mendapat kesempatan go internasional,” ujar Dr. H Hadiat
Menurutnya, Jepang merupakan negara yang sangat membutuhkan tenaga kerja, terutama di sektor kesehatan.
Namun, Jepang juga memiliki standar tinggi dalam rekrutmen. Oleh karena itu, sebelum dapat bekerja di sana, para tenaga kesehatan dari Indonesia perlu melewati proses pendidikan tambahan dan pelatihan bahasa Jepang sesuai kurikulum serta standar Jepang.
“Mereka memberikan beasiswa, mulai dari belajar bahasa hingga bidang keilmuannya. Walau sudah lulus sebagai perawat, tetap akan disekolahkan lagi di sana,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi peluang tersebut, STIKes Karsa Husada Garut telah membuka kursus bahasa Jepang selama setahun terakhir.
Dua kelas saat ini aktif berjalan dengan target sertifikasi minimal N4, level bahasa Jepang yang dibutuhkan untuk mengajukan beasiswa kerja di Jepang.
“Kita sudah siapkan kursus bahasa Jepang, untuk jadi modal kuat buat mahasiswa kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Hadiat menyebut bahwa peluang ini bukan hanya untuk lulusan, tetapi juga mahasiswa aktif yang siap mengikuti standar bahasa dan pelatihan.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat, tidak hanya bagi kampus dan mahasiswa, tapi juga bagi pemerintah daerah dan negara,” tutupnya.
Kunjungan Wakil Wali Kota Higashikawa ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama konkret dalam bidang pendidikan dan tenaga kerja, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan profesional di Jepang.***
Penulis : Soni Tarsoni

















