WARTAGARUT.COM — Tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Garut terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, hingga Juli 2025 tercatat 14.025 pencari kerja, sementara lowongan kerja yang tersedia baru 5.948 posisi.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, H. Muksin, S.Sos., M.Si, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 5.709 orang berhasil ditempatkan di dunia kerja. Rinciannya, 5.289 orang di penempatan dalam negeri dan 420 orang di penempatan luar negeri.
“Data ini menunjukkan antusiasme masyarakat Garut untuk bekerja cukup tinggi. Namun, jumlah lowongan yang tersedia belum sebanding dengan jumlah pencari kerja,” ujar H. Muksin saat ditemui di kantornya, Senin (25/8/2025).
H. Muksin menjelaskan bahwa untuk sektor padat karya, pihaknya masih melakukan pendataan karena beberapa perusahaan saat ini sedang melakukan proses rekrutmen.
“Khusus padat karya, potensinya besar. Kemarin saja, pabrik baru yang buka itu kapasitas maksimalnya bisa menampung 10 ribu tenaga kerja. Saat ini yang terserap baru sekitar 1.300 orang, karena masih menyesuaikan kapasitas produksi,” jelasnya.
Selain pabrik baru, sejumlah pabrik lama dan perusahaan kecil seperti dealer motor juga masih menyerap tenaga kerja, meskipun datanya sulit dilacak.
“Perusahaan kecil atau UMKM jarang melapor ke Disnaker karena regulasi hanya mewajibkan pelaporan bagi perusahaan yang memiliki karyawan di atas 10 orang,” tambahnya.
H. Muksin menilai sektor UMKM memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja ke depan.
“Mudah-mudahan ekonomi kita terus membaik sehingga pertumbuhan UMKM semakin pesat, otomatis penyerapan tenaga kerja juga meningkat,” ungkapnya.
Selain itu, program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih juga membuka banyak peluang kerja.
“Kalau Garut mendapat alokasi 200 untuk program MBG dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang, itu sudah 1.000 peluang kerja,” ujarnya.
Lalu ada 421 desa yang mengembangkan Koperasi Merah Putih, jika rata-rata mempekerjakan 5 orang, itu bisa menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja,” tambahnya.
H.Muksin menekankan bahwa Disnakertrans Garut fokus menyiapkan SDM berkualitas untuk mendukung kebutuhan industri padat karya.
“Kami sedang bekerja sama dengan provinsi untuk memberikan lebih banyak pelatihan, seperti keterampilan menjahit untuk pabrik sepatu atau keterampilan teknis lainnya. Supaya saat ada lowongan, SDM Garut sudah siap kerja,” tegasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni
















