WARTAGARUT.COM – Universitas Garut melalui Fakultas Komunikasi dan Informasi Program Studi Ilmu Komunikasi menandatangani kerja sama strategis dengan ASPICOM dan ISKI sebagai langkah baru dalam memperkuat mutu pendidikan, jejaring akademik, serta kolaborasi profesional di bidang komunikasi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Komunikasi dan Informasi Uniga pada 28-29 April 2026 itu juga dirangkaikan dengan workshop peninjauan kurikulum serta perumusan visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Garut.
Rektor Universitas Garut, Dr. H. Irfan Nabhani, mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih relevan dengan perkembangan industri komunikasi yang sangat dinamis.
“Langkah baru, semangat baru. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memperkuat kualitas pendidikan dan kolaborasi di bidang komunikasi,” ujar Dr. Irfan Nabhani.
Menurutnya, dunia komunikasi saat ini mengalami perubahan sangat cepat, baik dari sisi teknologi informasi, media digital, strategi komunikasi publik, hingga kebutuhan industri kreatif.
Karena itu, kurikulum pendidikan tinggi tidak bisa berjalan dengan pola lama dan harus terus disesuaikan dengan tantangan zaman.
Ia menilai kehadiran ASPICOM sebagai asosiasi pendidikan tinggi komunikasi dan ISKI sebagai organisasi profesi sarjana komunikasi akan memberi banyak masukan substantif agar lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Garut memiliki kompetensi yang lebih aplikatif dan kompetitif.
Tak hanya berhenti pada penandatanganan nota kerja sama, selama dua hari para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan juga membahas peninjauan kurikulum secara mendalam.
Fokus utamanya ialah merumuskan arah pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi yang lebih adaptif, relevan, serta siap menjawab kebutuhan masa depan.
Dr. Irfan menjelaskan, pembaruan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi menjadi tahapan penting agar Prodi Ilmu Komunikasi Uniga tidak hanya kuat pada teori, tetapi juga mampu membangun karakter lulusan yang siap masuk dunia kerja, dunia industri, dan ruang publik digital.
“Kita ingin menciptakan arah pengembangan yang lebih relevan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan jejaring nasional ini diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai program lanjutan, mulai dari peningkatan kompetensi dosen, magang mahasiswa, kolaborasi riset, hingga sertifikasi profesi di bidang komunikasi.
“Ini bukan hanya seremoni kerja sama, tetapi fondasi untuk membangun kualitas Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Garut agar semakin diperhitungkan,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni

















