WARTAGARUT.COM – PKBM Sadina mencatat prestasi membanggakan pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 setelah menerima Piagam Penghargaan sebagai Lembaga PKBM dengan Peningkatan Skor Numerasi Tertinggi pada Rapor Pendidikan 2025 dari Pemerintah Kabupaten Garut.
Penghargaan diserahkan oleh Ketua DPRD Garut, Aris Munandar bersama Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Garut, Sabtu (2/5/2026).
Momentum Hardiknas tahun ini sendiri secara nasional mengusung penguatan partisipasi semua elemen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk seluruh masyarakat.
Ketua PKBM Sadina, Dr. Jajang Sugiat, yang juga dosen STIE Yasa Anggana, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol administratif, melainkan pengakuan atas kerja keras seluruh tim pendidik dalam meningkatkan kemampuan dasar warga belajar, khususnya pada aspek numerasi.
“Alhamdulillah ini menjadi kebanggaan bagi kami. Penghargaan ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan nonformal juga mampu menunjukkan kualitas dan peningkatan yang terukur,” ujar Jajang Sugiat.
Ia menjelaskan, peningkatan numerasi bukan proses instan.
PKBM Sadina selama ini melakukan penguatan pembelajaran berhitung aplikatif, pendampingan intensif, serta pendekatan kontekstual agar warga belajar tidak sekadar memahami angka, tetapi mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Numerasi sendiri saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam rapor pendidikan nasional karena menggambarkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menganalisis, dan memecahkan persoalan berbasis data serta hitungan.
Sejumlah kajian pendidikan menunjukkan penguatan kompetensi dasar seperti numerasi menjadi fondasi peningkatan mutu SDM dan kesiapan menghadapi tantangan pembangunan.
Jajang menilai, tantangan pendidikan kesetaraan selama ini bukan hanya soal akses belajar, tetapi juga bagaimana warga belajar mendapatkan kualitas pembelajaran yang benar-benar berdampak.
Karena itu, menurut Ia, penghargaan dari Pemkab Garut menjadi suntikan moral agar lembaga pendidikan masyarakat tidak berhenti sekadar menjalankan program formalitas.
“Ini menjadi motivasi bahwa PKBM harus hadir sebagai pusat pemberdayaan ilmu, bukan sekadar tempat mengejar ijazah kesetaraan,” katanya.
Ia menegaskan, capaian tersebut akan dijadikan titik awal untuk meningkatkan inovasi pembelajaran lain, baik literasi, kecakapan hidup, hingga penguatan karakter warga belajar di Kecamatan Cilawu dan sekitarnya.
“Insya Allah penghargaan ini bukan akhir, tapi awal bagi PKBM Sadina untuk terus melahirkan kualitas pendidikan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















