Aipda Ambarita: Jika Mengeluh Gaji Kecil, Lebih Baik Jangan Jadi Polisi

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aipda Ambarita: Jika Mengeluh Gaji KecAipdail, Lebih Baik Jangan Jadi Polisi

Aipda Ambarita: Jika Mengeluh Gaji KecAipdail, Lebih Baik Jangan Jadi Polisi

WARTAGARUT.COM – Sosok polisi ikonik yang dikenal tegas namun humoris, Ambarita, kembali menyita perhatian publik lewat pernyataannya yang menohok di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Dalam perbincangan santai bersama Praz Teguh, perwira yang kini berpangkat Inspektur Dua (Ipda) ini blak-blakan membahas mentalitas anggota kepolisian, perjalanan kariernya sejak era reformasi 1998, hingga pandangannya soal gaji kecil yang kerap dijadikan alasan kinerja buruk.

Ambarita menegaskan bahwa menjadi polisi adalah jalan pengabdian, bukan ladang mencari kekayaan, sembari membagikan kisah transformasinya dari lapangan keras menuju dunia kehumasan digital.

Mentalitas Pengabdian: “Gaji Kecil? Jangan Jadi Polisi”

Dalam podcast yang dipandu Praz Teguh tersebut, Ambarita menyoroti fenomena oknum polisi yang menjadikan gaji kecil sebagai pembenaran atas kinerja yang tidak maksimal.

Dengan nada tegas khasnya, ia mempertanyakan motivasi mereka yang mengeluh.

“Misalnya polisinya tidak bekerja maksimal, terus pembenarannya ‘polisi kan gajinya dikit’. Pertanyaannya, ngapain lu jadi polisi? Kalau mau kaya, jangan jadi polisi, jadi pengusaha atau bawa acara,”

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Bagi Ambarita, profesi kepolisian adalah tentang hati dan pelayanan.

Ia menekankan bahwa risiko dicaci maki adalah bagian dari paket pekerjaan tersebut.

“Polisi itu dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang,” ujarnya, menyiratkan filosofi ketahanan mental yang harus dimiliki setiap bhayangkara.

Baca Juga :  Usai Menang 4-0, Persib Langsung Berburu Tiket 16 Besar ACL Two

Lulusan Terbaik dan Pangkat Baru

Momen istimewa terungkap dalam percakapan tersebut ketika Ambarita mengonfirmasi status barunya.

Setelah menjalani pendidikan alih golongan, sosok yang populer dengan seragam Sabhara ini kini resmi menyandang pangkat perwira pertama, yakni Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Prestasi ini semakin mentereng dengan fakta bahwa ia lulus sebagai peringkat satu dari 1.780 peserta di angkatannya.

Profil Singkat Ipda Ambarita

Pangkat Baru: Inspektur Polisi Dua (Ipda)

Jabatan: Komandan Peleton (Danton) Perintis Presisi

Prestasi Pendidikan: Lulusan Terbaik (Ranking 1) Resimen Eka Satya Prawira

Tahun Masuk: Pendidikan 1998, Dinas 1999

Ambarita menjelaskan bahwa kini ia memegang peran sebagai First Line Supervisor.

Tanggung jawabnya bukan lagi sekadar pelaksana, melainkan pengendali taktis di lapangan yang tertuang resmi dalam struktur organisasi.

Flashback 1998: Tameng Rotan dan Kompi Justisi

Karier panjang Ambarita dimulai di masa-masa genting transisi reformasi.

Masuk pendidikan pada tahun 1998, tugas pertamanya adalah bergabung dalam Kompi Justisi, sebuah unit gabungan TNI-Polri (saat itu masih ABRI) yang ditugaskan menangani unjuk rasa besar-besaran.

“Dulu tamengnya masih rotan, belum seperti sekarang. Kalau dilempar bukan cuma sakit, tapi perjuangannya luar biasa,” kenangnya. Pengalaman di garis depan menghadapi massa inilah yang menempa insting dan mentalitasnya dalam menghadapi situasi kritis di jalanan Jakarta bertahun-tahun kemudian.

Baca Juga :  MTsN 1 Garut Kampanyekan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

Etika Penindakan dan Perkab 01/2009

Meski dikenal garang saat menindak kriminal jalanan, Ambarita menekankan pentingnya prosedur.

Ia merujuk pada Peraturan Kapolri (Perkab) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Menurutnya, tindakan tegas wajib dilakukan, namun tetap terukur.

“Ketemu begal nggak mungkin kita bilang ‘berhenti dong, jangan mencuri lagi’. Itu nggak mungkin. Kalau keras itu wajib, tapi polisi juga harus punya hati,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa batas antara polisi dan penjahat itu tipis, dan yang membedakan adalah kewenangan hukum serta hati nurani dalam penggunaannya.

Transformasi di Humas: Dari Jalanan ke Digital

Sempat dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, Ambarita tidak menganggapnya sebagai hukuman, melainkan kesempatan belajar.

Di sana, ia justru mengembangkan kemampuan multimedia secara otodidak.

Hasilnya nyata. Ia menginisiasi program “Podcast Ngojek Sabar” dan berhasil mendongkrak pengikut Instagram resmi dari 2.400 menjadi lebih dari 160.000 followers.

“Kita menaiki kapal, harus patuh pada nakhoda. Di Humas saya belajar hal baru, dan itu membuktikan bahwa polisi bisa beradaptasi di mana saja,” pungkasnya dengan bangga.***

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan
Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut
Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan
Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo
1 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Hari Penting dan Status Liburnya
Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini Jejak Seni dan Politiknya
Polsek Cilawu Pasang Traffic Mirror di 3 Tikungan Rawan Blind Spot
Daratan Baru Muncul di Dekat Krakatau, Luasnya Capai 30,3 Hektare

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:48 WIB

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:44 WIB

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

1 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Hari Penting dan Status Liburnya

Berita Terbaru

Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, menyampaikan pandangan mengenai manfaat ChatHPT bagi pemahaman keagamaan umat.

GADGET DAN TEKNOLOGI

Ketua PDM Garut: ChatHPT Bantu Umat Memahami Fatwa Tarjih Muhammadiyah

Jumat, 6 Nov 2026 - 13:03 WIB

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., saat wawancara bersama WartaGarut.com.

KEAGAMAAN

Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:18 WIB