WARTAGARUT.COM – Polres Garut bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Garut, BPBD, dan sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam melalui Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapang Apel Mapolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 204, Kecamatan Karangpawitan, itu dipimpin langsung Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., didampingi Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H.
Apel tersebut melibatkan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait.
Kesiapan menghadapi banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, dan potensi bencana lainnya menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Mitigasi dan Kesiapan Personel Jadi Perhatian
Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi.
Koordinasi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga relawan diperlukan untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.
Selain kesiapan ketika bencana terjadi, langkah mitigasi juga menjadi bagian penting yang harus diperkuat.
Upaya tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, pemantauan kondisi lingkungan, edukasi masyarakat, serta tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Setiap unsur juga diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ego sektoral harus dihindari agar koordinasi dan komunikasi lintas instansi tidak menghambat proses penanganan ketika situasi darurat terjadi.
Kesiapan personel perlu didukung sarana dan prasarana operasional, mulai dari kendaraan, peralatan evakuasi, alat komunikasi, logistik, layanan kesehatan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Kapolres Garut Tekankan Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan apel gelar pasukan menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan perlengkapan dalam menghadapi kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Garut.
“Melalui apel gelar pasukan ini, kami memastikan seluruh personel dan sarana prasarana berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” ujar Niko saat ditemui awak media.
Ia menegaskan, kerja sama antarlembaga menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana, terutama ketika dibutuhkan respons cepat dan penanganan terpadu.
“Sinergitas TNI-Polri, Pemerintah Daerah, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana,” katanya.
Selain kesiapan personel, optimalisasi deteksi dini juga menjadi perhatian.
Informasi maupun indikasi potensi bencana perlu ditindaklanjuti melalui sistem peringatan dini, pelaporan berjenjang, dan pengerahan personel secara efektif.
Masyarakat Diminta Meningkatkan Kesadaran Bencana
Kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada aparat dan pemerintah.
Masyarakat juga memiliki peran dalam mengurangi risiko bencana melalui kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong, serta kepatuhan terhadap imbauan petugas.
Penanganan bencana harus mengutamakan keselamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, hingga percepatan pemulihan setelah bencana.
Sejumlah unsur turut hadir dalam apel tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut Hj. Mila Meliana, S.E., M.Si., Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Garut Yudhi Satriyo Nugroho, S.H., M.H., dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Garut Jusdi Purmawan, S.H., M.H.
Hadir pula perwakilan Kodim 0611/Garut, Denpom III/2 Garut, pejabat utama Polres Garut, kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, serta para Kapolsek jajaran Polres Garut.
Melalui kesiapan lintas sektor tersebut, Polres Garut bersama unsur terkait berupaya memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.
Koordinasi, mitigasi, dan kecepatan respons menjadi aspek penting agar risiko serta dampak bencana dapat diminimalkan.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar