WARTAGARUT.COM – Pagi pertama masuk sekolah di Al Mashduqi Kindergarten bukan sekadar momen anak kembali mengenakan seragam dan membawa tas kecilnya.
Di balik senyum malu-malu dan langkah kaki mungil itu, tersimpan proses penting yang kerap luput disadari cara anak mulai belajar mengenali diri, mengelola emosi, dan menumbuhkan rasa percaya diri sejak hari pertama.

Dari gerbang sekolah hingga ruang kelas, setiap aktivitas pagi itu dirancang untuk mengubah pengalaman “masuk sekolah” menjadi awal pertumbuhan karakter yang bermakna.
Suasana sekolah tampak lebih hidup dari biasanya.
Anak-anak datang dengan antusias bercampur rasa canggung setelah libur panjang.
Di gerbang, para santri murid disambut hangat oleh insan penggerak dengan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Sambutan ini menjadi sentuhan awal yang menciptakan rasa aman dan nyaman, membantu anak beradaptasi kembali dengan lingkungan sekolah.
Bagi anak usia dini, rasa diterima sejak langkah pertama memiliki peran besar dalam membangun kesiapan belajar.
Sebelum memulai kegiatan inti, santri murid diajak untuk mengenali perasaan mereka pagi itu.
Setiap anak memilih emotikon yang mewakili emosi ceria, tenang, atau masih ragu. Emotikon tersebut kemudian diabadikan dalam sesi foto berlatar “Back to School”.
Aktivitas sederhana ini menjadi sarana awal pembelajaran kecerdasan emosional, membantu anak menyadari dan mengekspresikan perasaan secara positif sejak dini, sekaligus menciptakan kenangan menyenangkan di hari pertama sekolah.
Kegiatan berlanjut dengan upacara bendera yang berlangsung tertib dan khidmat.
Dalam amanatnya, insan penggerak menekankan pentingnya semangat belajar, disiplin, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan barang pribadi.
Nilai-nilai tersebut ditanamkan secara perlahan, menjadi fondasi awal pembentukan karakter yang akan terus dikembangkan dalam keseharian belajar santri murid.
Usai upacara, kegiatan pembelajaran di kelas dimulai dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual.
Di kelas K-1, santri murid mengikuti permainan “Finding the Stationery”.
Anak-anak diajak menemukan berbagai alat tulis sambil menyebutkan kosakata bahasa Inggris yang telah mereka pelajari sebelumnya.
Melalui permainan ini, guru tidak hanya mengecek daya ingat kosakata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran anak untuk mengenali, menjaga, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri.
Sementara itu, di kelas K-2, santri murid mengikuti permainan ketangkasan mencari barang berdasarkan gambar, lalu menempatkannya ke dalam lingkaran tertentu dalam batas waktu beberapa detik.
Aktivitas ini dirancang untuk melatih fokus, ketelitian, serta kecepatan berpikir.
Tanpa disadari, anak-anak juga belajar mengelola barang pribadi dan bekerja secara terarah dalam suasana yang menyenangkan.
Pembelajaran di kelas K-2 kemudian dilanjutkan dengan sesi storytelling tentang pengalaman liburan sekolah.
Satu per satu, santri murid diberi kesempatan untuk bercerita di depan teman-temannya.
Dalam suasana hangat dan penuh dukungan, anak-anak dilatih berani berbicara, mengekspresikan pengalaman pribadi, serta membangun rasa percaya diri.
Storytelling menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar menyampaikan gagasan dengan bahasa sederhana namun bermakna.
Rangkaian kegiatan hari pertama ini menunjukkan bahwa pembelajaran di Al Mashduqi Kindergarten tidak berhenti pada aspek akademik semata.
Setiap aktivitas dirancang untuk mendukung perkembangan karakter, kemandirian, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial santri murid.
Anak tidak hanya belajar membaca atau berhitung, tetapi juga belajar memahami diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Hari pertama Back to School di Al Mashduqi Kindergarten pun menjadi refleksi nyata dari makna Back to Growth.
Dengan pendampingan insan penggerak yang hadir secara penuh, sekolah menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak untuk bertumbuh.
Dari pagi yang sederhana itu, proses pembentukan karakter dimulai perlahan, konsisten, dan penuh harapan mengantarkan anak melangkah ke fase belajar berikutnya dengan rasa percaya diri yang lebih kuat.***
Penulis : Soni Tarsoni
















Komentar