WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki (Ceng Malki), memberikan tanggapan terkait kegiatan pembinaan oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin kepada kepala sekolah dan pengawas sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah Malangbong, Kersamanah, dan Limbangan.
Ia menilai kegiatan tersebut penting, namun menekankan bahwa kualitas kepemimpinan kepala sekolah harus diperkuat agar hasilnya benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Garut.
Kegiatan pembinaan yang dihadiri 141 kepala sekolah dan pengawas sekolah tersebut dinilai Ceng Malki sebagai momentum strategis untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
Menurutnya, kepala sekolah merupakan faktor penentu dalam implementasi kebijakan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
“Kepala sekolah adalah ujung tombak. Kalau kepala sekolah kuat, kebijakan akan hidup di dalam kelas. Pembinaan bukan sekadar seremonial, tetapi harus ada tindak lanjut yang jelas dan terukur,” ujar Ceng Malki.
Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada arahan atau pengarahan, tetapi pada kemampuan kepala sekolah dalam menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik pembelajaran, tata kelola sekolah, dan pengembangan guru.
Dalam keterangannya, Ceng Malki menyoroti beberapa aspek krusial yang harus diprioritaskan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Garut, yaitu:
1. Penguatan Kepemimpinan Kepala Sekolah
Ceng Malki meminta agar kepala sekolah mendapat pelatihan berjenjang terkait manajemen sekolah, supervisi pembelajaran, dan manajemen SDM guru.
Menurutnya, kapasitas kepala sekolah akan menentukan kualitas pembelajaran di kelas.
2. Penyelarasan Kurikulum dengan Kebutuhan Lokal
Menurut Ceng Malki, kurikulum SD di Garut harus memberi ruang lebih besar pada penguatan karakter, literasi dasar, numerasi, dan keterampilan yang sesuai konteks lokal.
Ia menilai penting agar pembelajaran tidak hanya mengikuti tren nasional, tetapi relevan terhadap kebutuhan daerah.
3. Penguatan Literasi Digital Pendidik
Ia menyebut transformasi pendidikan tidak mungkin berjalan tanpa kompetensi digital guru dan kepala sekolah.
Administrasi pembelajaran, laporan kinerja, dan inovasi mengajar membutuhkan penguasaan teknologi yang memadai.
4. Monitoring Berkala dan Evaluasi Kinerja
Menurutnya, hasil pembinaan harus diukur dengan indikator kinerja yang jelas—seperti peningkatan kemampuan literasi siswa, supervisi guru yang lebih efektif, serta kualitas pembelajaran yang dapat dipantau secara berkala.
“Tanpa sistem monitoring dan evaluasi, pembinaan hanya akan menjadi agenda rutin. Kita memerlukan parameter yang bisa dilihat dan diukur,” ungkapnya.
5. Penguatan Peran Pengawas Sekolah
Ceng Malki menilai bahwa pengawas sekolah harus lebih aktif melakukan supervisi berbasis data dan memberikan pendampingan langsung kepada sekolah dalam menjalankan kebijakan-kebijakan pendidikan.
Ceng Malki berharap kegiatan pembinaan ini menjadi langkah awal menuju transformasi pendidikan dasar yang lebih komprehensif di Kabupaten Garut.
Ia menekankan bahwa investasi terhadap kepemimpinan sekolah akan berpengaruh langsung pada kualitas pembelajaran, karakter siswa, dan daya saing generasi muda Garut.
“Kepala sekolah harus menjadi motor perubahan. Pendidikan dasar yang kuat akan menentukan kualitas SDM Garut di masa depan,” tutup Ceng Malki.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar