Dari Garut Jadi Raksasa Farmasi Nasional, Ini Kisah Sukses Bintang Toedjoe

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Garut Jadi Raksasa Farmasi Nasional, Ini Kisah Sukses Bintang Toedjoe

Dari Garut Jadi Raksasa Farmasi Nasional, Ini Kisah Sukses Bintang Toedjoe

WARTAGARUT.COM – Perusahaan farmasi nasional Bintang Toedjoe memulai perjalanannya dari sebuah usaha kecil di Garut, Jawa Barat, pada 1946, sebelum berkembang menjadi salah satu pemain besar di industri consumer health di Indonesia.

Didirikan pada 29 April 1946 oleh Tan Jun She bersama Tjia Pu Tjien dan Hioe On Tjan, usaha ini awalnya merupakan industri rumahan dengan peralatan sederhana dan jumlah tenaga kerja terbatas.

Fokus utama mereka sejak awal adalah menghadirkan obat bebas yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat.

Dari proses produksi sederhana tersebut, lahirlah produk legendaris Puyer No.16 yang menjadi tonggak awal dikenal luasnya nama Bintang Toedjoe.

Produk ini menjadi solusi kesehatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Memasuki dekade 1970-an, Bintang Toedjoe mulai mengalami perkembangan signifikan. Perusahaan tidak hanya memproduksi obat bebas, tetapi juga mulai memproduksi obat resep dokter.

Baca Juga :  Demo Hari Ini, 50 Ribu Buruh Bergerak di Jakarta: Cek Lokasi dan Jalur Alternatif

Seiring meningkatnya permintaan, fasilitas produksi dipindahkan dari Garut ke Jakarta untuk meningkatkan kapasitas.

Transformasi besar terjadi pada 1985 ketika Bintang Toedjoe bergabung dengan Kalbe Farma.

Bergabungnya perusahaan ke dalam grup farmasi nasional tersebut mendorong peningkatan kapasitas produksi, penerapan standar kualitas yang lebih tinggi, serta distribusi yang semakin luas.

Sejak saat itu, Bintang Toedjoe berkembang menjadi perusahaan farmasi modern dengan lini produk yang semakin beragam, mulai dari obat bebas, suplemen, hingga produk herbal.

Sejumlah merek yang dihasilkan perusahaan ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, seperti Extra Joss, Komix, dan Bejo Jahe Merah.

Baca Juga :  Siswa MTsN 1 Garut Reyhan Fadliansyah Juara 1 Liga Futsal AAFI

Produk-produk tersebut mudah ditemukan di berbagai saluran distribusi, mulai dari warung hingga apotek.

Pada 2005, Bintang Toedjoe juga mencatatkan momentum penting dalam aspek hukum bisnis dengan memenangkan sengketa merek Extra Joss di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Putusan tersebut menegaskan posisi merek Extra Joss di pasar minuman energi nasional.

Seiring perkembangan waktu, Bintang Toedjoe tidak hanya memperkuat pasar domestik, tetapi juga mulai menembus pasar internasional. Produk-produknya telah dipasarkan ke berbagai negara di Asia hingga Afrika.

Perjalanan panjang dari industri rumahan di Garut hingga menjadi perusahaan farmasi modern menunjukkan transformasi yang konsisten dan berkelanjutan.

Bintang Toedjoe menjadi contoh bagaimana usaha kecil dengan visi yang jelas dapat berkembang menjadi kekuatan besar dalam industri nasional.***

Penulis : Soni Tarsoni

Sumber Berita: IG: sosokbisnis

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Milad 1 Tahun PT Surya Garut Abadi, Muhammadiyah Garut Dorong Bisnis Berkelanjutan
Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp87,3 Miliar, Kepemilikan Tembus 5 Persen 
PT Surya Garut Abadi Genap Setahun, Perkuat Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah Garut
Ketua PDM Garut Tekankan Al Itqon dan Kerja Sama untuk Insan BUMM
Batik Muhammadiyah Garut Dipakai 1.616 Siswa Kelas 1, 32 Sekolah Sudah Pesan
Wakil Ketua DPRD Garut Dukung Diplomasi Parlemen Buka Pasar Global UMKM
Festival Hasil Pertanian Garut Ternyata Punya Misi Besar untuk Petani
Sagara Cafe Hotel Harmoni Hadir dengan Konsep Tak Biasa, Ini yang Ditawarkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Milad 1 Tahun PT Surya Garut Abadi, Muhammadiyah Garut Dorong Bisnis Berkelanjutan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp87,3 Miliar, Kepemilikan Tembus 5 Persen 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:34 WIB

PT Surya Garut Abadi Genap Setahun, Perkuat Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah Garut

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Al Itqon dan Kerja Sama untuk Insan BUMM

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Batik Muhammadiyah Garut Dipakai 1.616 Siswa Kelas 1, 32 Sekolah Sudah Pesan

Berita Terbaru