Sebagai salah satu perusahaan yang secara aktif mengembangkan sumber energi bersih di Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PT PGE Tbk) Area Kamojang tidak hanya mengutamakan kegiatan operasional, tetapi juga memberikan perhatian pada kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Komitmen ini kembali ditunjukkan melalui program “PGE Goes to School”, yang diadakan pada hari Jum’at, 24 Oktober 2025.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sosialisasi perusahaan, namun juga merupakan langkah strategis untuk menanamkan pemahaman terkait energi bersih kepada generasi muda di sekitar lokasi operasional.
Program edukasi ini ditunjukan untuk MTs dan MA Wihdatul Fikri, yaitu sekolah yang paling dekat dengan wilayah PGE Area Kamojang.
Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 120 siswa secara keseluruhan, seluruh rangkaian acara dibuat secara interaktif dan mudah dipahami, sejalan dengan tantangan transisi energi yang dihadapi oleh Indonesia.
Mengembangkan Pemahaman Energi dari Kawasan Terdekat Operasional
Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang sangat besar dan merupakan salah satu negara dengan sumber energi geotermal terluas di dunia.
Namun, masih banyak orang, terutama para pelajar, yang belum menyadari potensi serta keuntungan dari energi bersih ini.
“Kita ingin memastikan generasi muda di sekitar area operasional benar-benar memahami apa itu energi panas bumi dan bagaimana manfaatnya untuk lingkungan maupun masyarakat,” ujar Ovinda Hariyesa, selaku JR Officer 1 Government & Public Relations PGE Area Kamojang.
“Masih ada masyarakat yang merasa khawatir saat ada kegiatan operasional seperti pembukaan sumur atau uji sumur. Lewat program ini, kami membuka ruang dialog yang lebih santai dan edukatif agar mereka bisa bertanya langsung dan memahami prosesnya,” tambahnya lagi.
PGE Area Kamojang berencana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama kaum muda, supaya mereka dapat berkontribusi pada pembangunan di masa mendatang.
Tim Government and Public Relations (GPR) PGE Area Kamojang memilih MTs dan MA Wihdatul Fikri karena letaknya yang dekat, serta untuk memastikan pendidikan dapat menjangkau semua generasi muda di wilayah tersebut.
Melalui pendekatan yang bersifat edukatif, perusahaan bertujuan untuk menciptakan lingkungan dialog yang nyaman agar masyarakat dan siswa bisa bertanya dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
Belajar Energi Bersih dengan Cara yang Interaktif dan Menyenangkan
Program Pertamina Goes to School dirancang dengan berbagai kegiatan yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Tim GPR PGE Area Kamojang mempersembahkan materi yang meliputi:
– Pengenalan tentang energi panas bumi,
– Pengaruh geotermal terhadap perekonomian lokal,
– Cara-cara menghemat energi yang dapat diterapkan siswa di rumah,
– Simulasi cara kerja uap panas bumi,
– Diskusi terbuka mengenai pandangan dan kekhawatiran dari masyarakat.
Forum ini menjadi kesempatan penting bagi siswa untuk mendengar penjelasan langsung dari perusahaan dengan bahasa yang mudah dipahami dan inklusif.
Sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas metode pembelajaran yang inovatif ini karena lebih praktis, nyata, dan memberikan wawasan tentang penerapan teknologi energi di sektor industri.
Suasana kegiatan berlangsung dengan ceria, penuh rasa ingin tahu, dan kaya akan interaksi dua arah.
Dari Pemilihan Sekolah hingga Keterlibatan Siswa MTs dan MA Wihdatul Fikri ditentukan sebagai tempat pelaksanaan program karena letaknya yang paling dekat dengan wilayah operasional PGE Area Kamojang serta terdapat dua tingkat Pendidikan, yaitu MTs dan MA, yang memungkinkan distribusi edukasi yang lebih luas dalam satu kegiatan.
Kedekatan ini sangat krusial karena para siswa merupakan anggota komunitas yang secara rutin berinteraksi dengan kegiatan perusahaan.
“Sekolah yang paling dekat dengan area operasional tentu jadi prioritas. Setelah SDN Kamojang, MTs dan MA Wihdatul Fikri ini yang paling strategis karena bisa menjangkau dua jenjang sekaligus dalam satu kegiatan,” tutur Ovinda.
Pemilihan sekolah ini juga sejalan dengan tekad PGE dalam meningkatkan pengetahuan tentang energi bersih di area yang berhubungan langsung dengan kegiatan perusahaan.
Setelah model kegiatan terbukti efektif, ada kemungkinan besar untuk mengaplikasikan program ini di sekolah-sekolah lainnya.
“Kalau hasilnya baik, programnya bisa kita replikasi ke sekolah-sekolah lain di sekitar Kamojang,” jelasnya.
Selain memberikan perhatian pada energi geotermal, PGE Area Kamojang juga memberikan kesempatan untuk memasukkan topik lain yang berkaitan dengan isu-isu yang sedang banyak dibahas di masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan sebagainya, agar aktivitas yang dilakukan tetap relevan dan memberikan manfaat.
Diharapkan dapat membentuk ekosistem literasi energi bersih yang berkembang dari masyarakat, di mana pengetahuan yang benar tentang energi geotermal disebarluaskan melalui cara yang gampang dimengerti oleh komunitas di sekitarnya.
PGE memandang para siswa bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai calon agen pendidikan yang dapat menyebarkan pesan tentang energi bersih kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Dengan memberikan wawasan kepada siswa tentang keuntungan energi geotermal dan signifikansinya dalam transisi energi, PGE ingin menciptakan ekosistem literasi yang berkembang dari dasar.
Saat generasi sekarang mendapatkan pendidikan yang baik, mereka berpotensi menjadi agen utama yang mendukung penyebaran pengetahuan dan peningkatan kesadaran lingkungan di masa depan.
“Mereka bukan cuma penerima manfaat. Begitu mereka paham, mereka bisa jadi agen edukasi energi buat lingkungan mereka sendiri,” ungkap Ovinda.
“Kalau generasi sekarang teredukasi, mereka akan menciptakan generasi selanjutnya yang lebih baik pula,” tambahnya.
Dalam sesi wawancara, beliau sebagai perwakilan tim GPR menyatakan bahwa peran siswa tidak hanya sebatas penerima, tetapi juga sebagai calon penggerak pendidikan energi.
Dengan memahami dasar dan keuntungan energi panas bumi, mereka mampu menyampaikannya kepada adik-adik, anggota keluarga, dan masyarakat sekitar dengan cara yang mudah dimengerti.
Kontribusi dalam Mendukung Transisi Energi Nasional
Program pendidikan tentang energi bersih seperti Pertamina Goes to School memiliki peranan yang signifikan dalam mendukung transisi energi di Indonesia.
Dengan memberikan pengetahuan dari usia dini, PGE berperan penting dalam menciptakan generasi yang peduli lingkungan dan menyadari pentingnya penggunaan energi terbarukan.
Kegiatan ini juga dapat dijadikan model kerjasama antara sektor energi, lembaga pendidikan, dan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Pendidikan untuk menjalankan pendidikan yang lebih luas di masa yang akan datang.
Keberhasilan program tidak hanya dievaluasi berdasarkan pemahaman teknis siswa, tetapi juga lewat perubahan sikap, meningkatnya ketertarikan terhadap isu lingkungan, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
Energi Pengetahuan sebagai Investasi Masa Depan
Melalui Pertamina Goes to School, PGE Area Kamojang menunjukkan bahwa pendidikan adalah suatu investasi sosial yang berkelanjutan.
Energi yang mereka bagikan tidak hanya berupa listrik, tetapi juga pengetahuan, motivasi, dan inspirasi bagi generasi mendatang.
Dari Kamojang, energi tersebut mengalir, menerangi kelas-kelas sekolah, memperluas wawasan siswa, dan menanamkan pengertian bahwa masa depan yang bersih dan berkelanjutan diawali dengan pengetahuan yang benar dan kerjasama dari berbagai pihak.










