Jatuh Cinta dengan Akal Sehat: Pengalaman Bijaksana dalam Hubungan Percintaan

- Jurnalis

Minggu, 9 Juli 2023 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengatasi Sindrom Nice Guy, Perjuangan Cinta Membangun Hubungan Sehat, Self-Improvement, dan Self-Acceptance

Mengatasi Sindrom Nice Guy, Perjuangan Cinta Membangun Hubungan Sehat, Self-Improvement, dan Self-Acceptance

WARTAGARUT.COM – Jatuh cinta kepada seseorang adalah pengalaman yang bisa mendewasakan dan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana. 

Namun, penting bagi kita untuk tetap menggunakan akal sehat dalam menjalani hubungan ini, bukan hanya mengikuti perasaan dan nafsu semata. 

Dalam hal ini, ada beberapa contoh bagaimana kita bisa jatuh cinta dengan akal sehat, baik itu dalam tahap naksir, PDKT, atau bahkan saat sudah menjalin hubungan.

Pertama, kita dapat tetap mengontrol keuangan kita. 

Jika kita memiliki keterbatasan dalam hal finansial, tidak perlu memaksakan diri untuk pergi ke tempat-tempat mahal saat berkencan. 

Sebagai contoh, saat ulang tahun pasangan, kita bisa memberikan hadiah yang sesuai dengan kemampuan finansial kita, tanpa harus menghabiskan semua tabungan. 

Jika pasangan kita menganggap kita pelit karena berhemat, maka perlu ada pengertian dan pemahaman bahwa kita melakukan hal tersebut untuk membangun masa depan bersama.

Kedua, jika kita memiliki tanggung jawab penting esok harinya yang membutuhkan kita untuk bangun pagi, kita tidak boleh mengikuti ajakan pasangan untuk bergadang atau melakukan slip call hingga larut malam. 

Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan dan memberi istirahat yang cukup agar dapat menjalani hari berikutnya dengan baik. 

Jika pasangan kita terus mengabaikan waktu dan terus merayu kita untuk melanggar prinsip tersebut, maka kita perlu bijaksana dan mampu mengatakan tidak. 

Baca Juga :  Rektor Universitas Garut Abdusy Syakur Amin Pimpin Istighosah untuk Palestina, Tingkatkan Solidaritas Civitas Akademika

Jika situasi ini terus berlanjut, mungkin perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri hubungan tersebut.

Ketiga, jika pasangan kita memaksa kita untuk melakukan hal yang bertentangan dengan prinsip hidup kita, misalnya minum alkohol atau pergi ke tempat yang tidak sesuai dengan preferensi kita, kita tidak perlu mengikuti semua ajakannya. 

Sebaliknya, kita perlu mengajaknya untuk meninggalkan kebiasaan negatif tersebut. 

Jika pasangan kita tidak mau berubah dan terus memaksa kita untuk bertentangan dengan prinsip hidup kita, maka kita perlu memiliki keberanian untuk move on dan tidak mengorbankan prinsip hidup hanya demi cinta semata.

Keempat, jika pasangan kita selingkuh dan mengkhianati kepercayaan kita, penting bagi kita untuk dapat berkata tidak dan menolak untuk memaafkannya dengan mudah. 

Kita tidak boleh diperlakukan dengan tidak hormat dalam hubungan, terutama ketika telah terjadi pengkhianatan. 

Jangan sampai kita terjebak dalam situasi di mana kita dipaksa untuk memaafkan dan melupakan segala kesalahan pasangan kita.

Jatuh cinta dengan akal sehat berarti kita mampu melihat konsekuensi dari tindakan pasangan kita dan tidak mengorbankan harga diri serta kebahagiaan kita sendiri.

Kelima, jika pasangan kita terus merayu kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya kita jaga sampai pernikahan, seperti melakukan hubungan intim sebelum waktu yang tepat, kita perlu mampu menolak dengan tegas. 

Selain menjaga kehormatan diri, kita juga harus memikirkan resiko yang dapat timbul, seperti kehamilan di luar nikah dan penularan penyakit. 

Baca Juga :  MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024

Kita perlu menunjukkan kepala kita yang berpikir dengan akal sehat dan mengontrol naluri kita. 

Kita harus berani meninggalkan pasangan yang tidak menghargai prinsip-prinsip tersebut.

Terakhir, kita harus berani meninggalkan pasangan demi cita-cita kita, asalkan status hubungan kita masih dalam tahap pacaran atau PDKT. 

Jika kita mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri atau pekerjaan impian di luar kota.

 tetapi pasangan tidak mau atau tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh, maka kita harus tetap berani melangkah maju tanpa mengorbankan masa depan kita. 

Jangan sampai kita menunda impian kita hanya karena cinta yang belum sah menurut hukum dan agama. 

Perjuangan kita untuk mencapai impian kita tidak boleh terhalang oleh wanita yang belum memiliki kedewasaan untuk mendukung kita.

Dengan menjalani cinta dengan akal sehat, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mengedepankan self love dalam hubungan. 

Kita dapat belajar mengelola konflik dengan baik dan memprioritaskan kebahagiaan dan keselamatan diri sendiri. 

Jika kita dapat menggabungkan perasaan cinta dengan akal sehat, maka pasangan kita juga akan lebih menghormati dan tertarik pada kita karena mereka melihat kita sebagai pria yang tidak mudah dimanipulasi dan memiliki penghargaan terhadap diri sendiri.***

Berita Terkait

Himasip ITG Gelar Seminar World Water Day 2024, Nia Gania Karyana Ajak Hemat Air dan Jaga Sumber Daya Air
Dr. Hj. Siti Mufattahah Bersama YPI Al-Usman Adakan Santunan untuk 150 Anak Yatim dan Dhuafa di Kecamatan Sucinaraja, Garut
MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024
Rektor Universitas Garut Abdusy Syakur Amin Pimpin Istighosah untuk Palestina, Tingkatkan Solidaritas Civitas Akademika
Kepala Kemenag Garut H Saepulloh: Kloter 59 Calon Jamaah Haji Garut Akan Berangkat Bersama Calhaj Kota Bogor
DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Garut: Implementasi Program Garut Zero Waste dan Eco Office untuk Masa Depan Berkelanjutan
PAN Garut Buka Tahap Kedua Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:10 WIB

Himasip ITG Gelar Seminar World Water Day 2024, Nia Gania Karyana Ajak Hemat Air dan Jaga Sumber Daya Air

Senin, 10 Juni 2024 - 09:03 WIB

Dr. Hj. Siti Mufattahah Bersama YPI Al-Usman Adakan Santunan untuk 150 Anak Yatim dan Dhuafa di Kecamatan Sucinaraja, Garut

Sabtu, 8 Juni 2024 - 21:52 WIB

MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 07:30 WIB

Rektor Universitas Garut Abdusy Syakur Amin Pimpin Istighosah untuk Palestina, Tingkatkan Solidaritas Civitas Akademika

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:25 WIB

Kepala Kemenag Garut H Saepulloh: Kloter 59 Calon Jamaah Haji Garut Akan Berangkat Bersama Calhaj Kota Bogor

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:38 WIB

DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:23 WIB

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Garut: Implementasi Program Garut Zero Waste dan Eco Office untuk Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 4 Juni 2024 - 16:38 WIB

PAN Garut Buka Tahap Kedua Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah

Berita Terbaru