Kalapas Garut Beberkan Perjalanan Panjang Ekspor Coir Shade ke Eropa dan Amerika

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalapas Garut Beberkan Perjalanan Panjang Ekspor Coir Shade ke Eropa dan Amerika

Kalapas Garut Beberkan Perjalanan Panjang Ekspor Coir Shade ke Eropa dan Amerika

WARTAGARUT.COM – Produk tirai berbahan sabut kelapa hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Garut kini menembus pasar internasional.

Kalapas Garut, Rusdedy, membeberkan strategi dan perjalanan panjang di balik sukses ekspor tersebut.

Menurut Rusdedy, meski Garut bukan daerah penghasil kelapa, inovasi tetap bisa berjalan berkat jaringan yang dimilikinya.

“Awalnya bahan baku sabut kelapa kami datangkan dari Lampung. Setelah uji coba berhasil, produksi berlanjut hingga bisa ekspor satu kontainer. Dari situ, mitra kami memindahkan pabriknya ke Garut,” jelasnya saat acara silaturahmi dengan Media di Cafe Integrasi Lapas Garut, pada Sabtu, 27 September 2025.

Untuk keberlanjutan produksi, Lapas Garut menjalin kerja sama dengan UMKM di Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.

“Transportasi bahan baku lebih efisien jika diambil dari Tasik atau Ciamis ketimbang selatan Garut. Di sana jalannya lebih lancar, jadi logistik lebih terjangkau,” tambahnya.

Ia menuturkan, salah satu alasan memilih industri berbasis sabut kelapa adalah karena tidak membutuhkan keterampilan khusus.

“WBP cukup dilatih 2-3 hari sudah bisa memproduksi. Ini cocok, karena sebagian besar WBP latar belakang pendidikannya hanya SD atau SMP. Jadi mereka bisa langsung produktif tanpa syarat keahlian tertentu,” ujarnya.

Produk coir shade yang diproduksi WBP di Garut tidak hanya untuk pasar Spanyol, tetapi juga telah menembus Prancis, Belgia, dan Amerika Serikat.

“Target kami bisa ekspor 1-2 kontainer per bulan dari Garut,” ungkap Rusdedy.

Selain memberdayakan WBP, program ini juga membuka ekosistem usaha baru dengan melibatkan UMKM lokal.

“Bahan baku dari UMKM luar, lalu di Lapas Garut dilakukan finishing, pengemasan, hingga ekspor. Jadi manfaatnya dirasakan luas, bukan hanya di dalam lapas,” tegasnya.

Meski pasar internasional terus berkembang, Rusdedy berharap produk sabut kelapa ini juga bisa diterima di dalam negeri.

“Kita terus kampanye agar masyarakat lokal juga familiar dan mulai memakai produk ini,” pungkasnya. ***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis
Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026
Ribuan Koi Meriahkan Garut Young Koi Show 2026, Peserta Datang dari Jakarta hingga Balikpapan
PDAM Tirta Intan Garut Bantu Perbaiki Rumah Ibu Novi, Kolaborasi Lawan Kemiskinan Ekstrem
Jaga Kontinuitas Layanan, Perumda Tirta Intan Garut Kirim Air ke Area Terdampak
Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun
Reuni Akbar Preman Pensiun 1–10 Berlangsung Meriah, Diwarnai Santunan Anak Yatim dan Hiburan Seru
Kemenhaj Tegaskan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Pemberangkatan Haji

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:17 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis

Selasa, 21 April 2026 - 14:02 WIB

Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026

Kamis, 16 April 2026 - 14:41 WIB

Ribuan Koi Meriahkan Garut Young Koi Show 2026, Peserta Datang dari Jakarta hingga Balikpapan

Rabu, 15 April 2026 - 11:59 WIB

PDAM Tirta Intan Garut Bantu Perbaiki Rumah Ibu Novi, Kolaborasi Lawan Kemiskinan Ekstrem

Minggu, 12 April 2026 - 19:00 WIB

Jaga Kontinuitas Layanan, Perumda Tirta Intan Garut Kirim Air ke Area Terdampak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!