Ketua DPD Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kabupaten Garut KH.Undang Ahmad Sobar, SH., MPd., menyayangkan sikap ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark, Rasmus Paludan, yang melakukan aksi Penyobekan dan pembakaran Al Quran di depan Kedubes Turki di Stockholm, Swedia pada 21 Januari lalu. dan mengulangi aksinya kembali di depan di Kedubes Turki dan masjid
Kopenhagen, Denmark, Jumat (27/1/2023).
“Sebagai seorang muslim sudah barang tentu marah dan sakit hati,”tuturnya melalui pesan singkat kepada Redaksi Warta Garut, Jumat (3/2/2023).

Abah–panggilan akrab KH Undang–, menerangkan, Melalui kejadian itu, menurut Ia, menjadi jawaban bahwa yang teroris itu bukan ummat islam.
Namun, kata Ia, Pihaknya yakin, Kejadian tersebut pasti ada hikmah yang bisa dijadikan pelajaran bagi ummat muslim, lebih menjaga kesucian Al-Qur’an dengan memahami dan melaksanakan kandungan isi Al-Qur’an.
Kata dia, Dengan memahami dan melaksanakan kandungan isi Al-Qur’an, maka akan turun keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala.
Oleh karena itu, Pihaknya mengajak agar jangan hanya membela ketika Al Qur’an di hinakan, Tetapi akan lebih baik dijaga dengan mengamalkan kandungan Al-Qur’an mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga agar menular ke keluarga lainya
“Semoga hikmah dengan kejadian ini ummat Islam menjadi kaafah dalam melaksanakan konsep keislaman dalam sendi kehidupan,”ujarnya.
Ia juga berharap, agar program pemerintah tentang pemberantasan buta huruf alquran bisa terealisasi di tahun 2023.
“Kami FKPQ Kabupaten siap membantu Program Pemberantasan buta huruf Al Qur’an di Kabupaten Garut,” katanya menyanggupi.

















