WARTAGARUT.COM – Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, menyambut baik langkah tegas Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simajuntak dalam memulai program pembersihan Danau Situ Bagendit.
Menurut Aris, kehadiran TNI menjadi momentum besar untuk mempercepat penataan dan pemulihan kawasan wisata andalan Kabupaten Garut tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi keterlibatan langsung TNI AD. Ini bukan hanya tentang membersihkan danau, tapi juga soal menjaga ekosistem dan meningkatkan daya tarik wisata Garut,” ujar Aris saat dimintai tanggapannya usai kunjungan KASAD, Kamis (17/7/2025).
Menurut Aris, DPRD Garut mendukung penuh rencana strategis ini, termasuk alokasi anggaran dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut keterlibatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menjadi sinyal kuat bahwa revitalisasi Situ Bagendit kini menjadi prioritas lintas pemerintahan.
“Kalau semua unsur—pusat, provinsi, dan daerah—satu visi, maka pekerjaan besar seperti ini bisa cepat selesai. Tugas kami di legislatif adalah memastikan sinergi itu berjalan tanpa hambatan,” tambah Aris.
DPRD Garut, kata dia, siap mengawal setiap langkah teknis dan administratif yang dibutuhkan dalam mendukung program ini.
Ia juga mengimbau masyarakat sekitar agar menjaga hasil pembersihan ke depan, demi keberlangsungan dan fungsi ekologis Situ Bagendit.
“Kita jaga sama-sama. Jangan sampai nanti sudah dibersihkan, tapi perilaku masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan. Ini soal tanggung jawab kolektif,” katanya.
Sebelumnya, Jenderal TNI Maruli menyebutkan bahwa pembersihan danau akan melibatkan delapan ponton dan empat konveyor, dengan target perubahan signifikan dalam empat bulan.
Program ini juga berkelanjutan karena eceng gondok yang diangkat akan diolah menjadi pupuk.
Gubernur Dedi Mulyadi dalam kesempatan yang sama mengingatkan agar pengelolaan danau segera ditata.
Jika pada 2026 belum juga tertib, maka Provinsi Jawa Barat akan mengambil alih langsung pengelolaannya.
Sedangkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengakui bahwa saat ini sekitar 56 hektar dari total 87 hektar Situ Bagendit sudah tertutup tanaman air liar seperti eceng gondok dan teratai.
Ia menekankan bahwa pembersihan harus dilakukan segera dan dengan upaya maksimal agar hasilnya tidak sia-sia.
Aris Munandar pun menegaskan bahwa DPRD Garut siap turun tangan jika dibutuhkan, termasuk mendukung kebijakan lintas kelembagaan yang mempercepat penyelamatan Situ Bagendit.***
Penulis : Soni Tarsoni










