WARTAGARUT.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menutup tahun 2025 dengan sederet capaian luar biasa di bawah kepemimpinan Kalapas Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si.
Dari efisiensi anggaran hingga ekspor produk ke Eropa, Lapas Garut menegaskan diri sebagai model transformasi pemasyarakatan modern yang produktif, humanis, dan bersih dari narkoba.
Sementara dari realisasi anggaran tahun 2025, mencapai Rp11,98 miliar dengan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebesar 99,55 persen,
Hal ini mencerminkan tata kelola keuangan yang efisien, akuntabel, dan transparan.
Tidak hanya itu, ratusan warga binaan memperoleh remisi dan pembebasan bersyarat, sementara 138 orang dipindahkan ke lapas berkeamanan maksimum.
Program pembinaan lanjutan dan reintegrasi sosial juga terus diperkuat untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan keahlian baru.
Salah satu kebanggaan terbesar tahun ini datang dari unit usaha warga binaan yang berhasil mengekspor 8.500 produk serabut kelapa (Coir Shade) ke Eropa.
Selain itu, berbagai lini usaha produktif juga berkembang pesat mulai dari roti, kopi, konveksi, batik, hingga café integrasi, yang dikelola langsung oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas profesional.
Di sektor ketahanan pangan, Lapas Garut menjalankan program budidaya ikan, padi, jagung, ayam, dan domba.
Lapas Garut juga telah melakukan penghijauan dengan 2.500 bibit kelapa dan ribuan ternak yang menjadi sumber pembelajaran ekonomi mandiri bagi warga binaan.
Modernisasi pengawasan juga terus ditingkatkan.
Dengan penerapan OSINT (Open Source Intelligence), CCTV 24 jam, dan sistem keamanan digital, pengawasan Lapas kini jauh lebih akurat dan cepat tanggap.
Layanan publik seperti pelayanan kesehatan dan makanan H₂O (Health and Hygienic Oriented) juga mendapatkan apresiasi karena memenuhi standar kemanusiaan dan kualitas tinggi.
Di bidang pembinaan kepribadian, Lapas Garut mengelola Pesantren Taubatul Muzdhibin, serta mengadakan berbagai kegiatan edukatif, olahraga, budaya, dan literasi bagi warga binaan.
Melalui puluhan razia dan tes urin rutin, Lapas Garut kini resmi berstatus Bersinar (Bersih dari Narkoba) membuktikan komitmen kuat terhadap lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman.
“Lapas Garut kini bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi ruang tumbuh untuk membentuk warga binaan menjadi pribadi produktif dan siap berdaya di tengah masyarakat,” tegas Kalapas Rusdedy.
Capaian luar biasa ini turut didukung dengan 249 publikasi media sepanjang tahun sebagai bentuk keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik.
Di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenkumham RI), Lapas Garut terus memperkuat visinya menjadi lapas produktif, berdaya saing global, dan berorientasi modernisasi tata kelola pemasyarakatan.***
Penulis : Soni Tarsoni











