Ketua PDM Garut Tekankan Pendidikan Holistik Muhammadiyah untuk Perkuat Mutu Sekolah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., foto bersama peserta usai Rapat Program Akreditasi (RPA) Tahap 2 BAN-PDM Provinsi Jawa Barat di Hotel Grand Tjokro Premiere Cihampelas, Bandung, Rabu (28/10/2026).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., foto bersama peserta usai Rapat Program Akreditasi (RPA) Tahap 2 BAN-PDM Provinsi Jawa Barat di Hotel Grand Tjokro Premiere Cihampelas, Bandung, Rabu (28/10/2026).

WARTAGARUT.COM – Pendidikan tidak cukup hanya mengejar kecerdasan akademik. Penguatan karakter, nilai spiritual, kepekaan sosial, dan profesionalisme juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas peserta didik.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan mengenai pendidikan holistik Muhammadiyah yang disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., dalam Rapat Program Akreditasi (RPA) Tahap 2 BAN-PDM Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang mengangkat tema penguatan sinergi dan kolaborasi pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, serta akuntabilitas pelaksanaan akreditasi itu berlangsung di Hotel Grand Tjokro Premiere Cihampelas, Bandung, Rabu (28/10/2026).

Dalam materi pendidikan holistik Muhammadiyah, Dr. Agus Rahmat Nugraha menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan dimensi intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan profesional dengan landasan tauhid.

Pendekatan ini menempatkan pendidikan bukan semata-mata sebagai proses transfer pengetahuan, melainkan juga pembentukan manusia yang memiliki karakter, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Pendidikan Holistik dan Tantangan Dunia Pendidikan

Pendidikan holistik Muhammadiyah bertumpu pada prinsip iman, ilmu, dan amal.

Ketiganya menjadi landasan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh peserta didik dengan pembentukan karakter dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Agus Rahmat Nugraha juga menyoroti pentingnya hubungan antara sekolah atau madrasah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Ketiga unsur tersebut merupakan basis kebudayaan yang perlu saling mendukung agar perkembangan peserta didik berlangsung secara menyeluruh.

Dalam kerangka pendidikan Muhammadiyah, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjalankan peran sebagai hamba Allah (‘Abdullah) dan khalifah di bumi (Khalifatullah fil ardhi).

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Materi tersebut turut menyoroti persoalan pendidikan yang dinilai dapat muncul ketika proses belajar terlalu berorientasi pada hasil praktis dan capaian yang bersifat parsial.

Sejumlah tantangan yang diangkat meliputi berkurangnya perhatian terhadap pembentukan akal budi, penggunaan teknologi yang tidak bijak, serta kondisi ketika anak semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi tetapi kurang memiliki kepekaan terhadap nilai dan norma kehidupan.

Fenomena viralitas, kelelahan atau burnout, memudarnya penghargaan terhadap kepakaran, hingga kecenderungan memperlakukan pendidikan sebagai proses produksi lulusan juga menjadi bagian dari persoalan yang disoroti dalam materi tersebut.

Tujuh Pilar Penjaminan Mutu Pendidikan Muhammadiyah

Untuk memperkuat kualitas pendidikan, materi yang disampaikan Dr. Agus memuat tujuh pilar penjaminan mutu pendidikan Muhammadiyah.

Pilar-pilar ini mencakup tata kelola sekolah, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan, prestasi siswa, penguatan identitas pendidikan Muhammadiyah, kemitraan, dan evaluasi berkelanjutan.

Tujuh pilar tersebut meliputi:

  1. Penguatan kepemimpinan visioner, untuk mengarahkan pengembangan sekolah atau madrasah berdasarkan visi pendidikan yang jelas.
  2. Penguatan sumber daya manusia profesional, melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik serta kependidikan.
  3. Pelayanan prima, dengan menekankan sikap, kemampuan, perhatian, penampilan, tindakan, dan akuntabilitas dalam melayani pemangku kepentingan.
  4. Peningkatan prestasi siswa, sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi peserta didik.
  5. Penguatan implementasi ISMUBA/AIK, yakni Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab untuk pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada konteks perguruan tinggi.
  6. Pengembangan kemitraan strategis, untuk memperkuat hubungan sekolah dengan keluarga, masyarakat, dan pihak lain yang mendukung pendidikan.
  7. Penjaminan mutu berkelanjutan, melalui evaluasi dan perbaikan kualitas pendidikan secara konsisten.

Ketujuh pilar tersebut perlu berjalan selaras dengan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Baca Juga :  Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan

Dengan demikian, penguatan mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada kualitas layanan dan pengalaman belajar peserta didik.

Budaya Pelayanan dan Keteladanan Menjadi Bagian dari Mutu

Penjaminan mutu pendidikan juga berkaitan dengan cara sekolah membangun hubungan dengan orang tua dan masyarakat.

Sekolah perlu terbuka terhadap masukan yang konstruktif, memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, serta menghargai harkat dan martabat setiap orang.

Budaya 5S—senyum, salam, sapa, sopan, dan santun—menjadi salah satu bentuk perilaku yang dapat memperkuat iklim pendidikan yang positif.

Keteladanan pimpinan dan guru juga memiliki peran penting.

Nilai-nilai pendidikan akan lebih mudah diterapkan ketika peserta didik melihat kesesuaian antara apa yang diajarkan dan perilaku yang ditunjukkan oleh orang dewasa di lingkungan mereka.

Dalam pendidikan Muhammadiyah, penguatan mutu tersebut tetap perlu berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan agar peningkatan prestasi berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

Akreditasi Perlu Didukung Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Tema Rapat Program Akreditasi Tahap 2 BAN-PDM Jawa Barat menempatkan sinergi dan kolaborasi sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas, efektivitas, serta akuntabilitas pelaksanaan akreditasi.

Dalam konteks pendidikan holistik, kolaborasi diperlukan agar sekolah atau madrasah tidak bekerja sendiri.

Keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan pendidikan perlu mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing dalam mendukung perkembangan peserta didik.

Sementara itu, penjaminan mutu berkelanjutan menuntut lembaga pendidikan untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan, bukan hanya berfokus pada pemenuhan dokumen ketika menghadapi proses akreditasi.

Materi pendidikan holistik Muhammadiyah menegaskan arah pengembangan pendidikan yang menggabungkan landasan tauhid, pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, semangat Islam Berkemajuan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Ma’un, Al-Ashr, dan Al-Insyirah.

Prinsip tersebut dirangkum dalam semangat pendidikan Muhammadiyah yang selalu berupaya unggul dan berkemajuan.

Tujuannya bukan sekadar meningkatkan capaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.***

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAN 1 Garut Siapkan 348 Siswa Hadapi TKA 2026
Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa
Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah
Ziarah Perdana Usai Pelantikan, BEST Al Mashduqi IIBS Garut Teladani Jejak Ulama di Momentum Hari Santri
Hari Santri Nasional 202026, Kepala SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Hari Santri Nasional, Rektor UNIGA Irfan Nabhani Soroti Peran Santri dalam Membangun Bangsa
Kado Indah Hari Santri, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ukir Prestasi di Dua Kompetisi Nasional
Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Pendidikan Holistik Muhammadiyah untuk Perkuat Mutu Sekolah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Ziarah Perdana Usai Pelantikan, BEST Al Mashduqi IIBS Garut Teladani Jejak Ulama di Momentum Hari Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hari Santri Nasional 202026, Kepala SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Berita Terbaru

Ucapan Sumpah Pemuda 2026

UCAPAN DAN TWIBBON

Ucapan Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 08:10 WIB