Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha menyampaikan amanah dalam pelantikan Iwan Jalaludin sebagai Kepala SMP Muhammadiyah Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Jumat (23/10/2026).

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha menyampaikan amanah dalam pelantikan Iwan Jalaludin sebagai Kepala SMP Muhammadiyah Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Jumat (23/10/2026).

WARTAGARUT.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., menekankan pentingnya membangun budaya dialog, menjaga kekompakan, dan memperkuat amal saleh dalam mengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Agus Rahmat Nugraha dalam acara pelantikan Iwan Jalaludin, S.Ag., sebagai Kepala SMP Muhammadiyah Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Jumat (23/10/2026).

Menurut Dr Agus, dialog yang terbuka dan bijaksana menjadi salah satu kunci bagi Muhammadiyah untuk menjaga konsistensi gerakan sekaligus menghadapi tantangan perubahan zaman.

Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang tidak berjalan dengan baik dapat memicu kesalahpahaman, sikap saling curiga, hingga penolakan terhadap pandangan yang berbeda.

“Dalam menjalankan gerakan Muhammadiyah, kita perlu tetap kompak, kreatif, dan komunikatif. Semua pihak harus merasa diakui, nyaman, dan bisa saling mempercayai,” demikian pesan Dr. Agus Rahmat Nugraha dalam amanahnya.

Dialog sebagai Landasan Gerakan Muhammadiyah

Dr. Agus mengaitkan pentingnya dialog dengan ajaran Al-Qur’an, khususnya Surah An-Nahl ayat 125, yang memerintahkan umat untuk menyeru kepada jalan Allah dengan hikmah, pengajaran yang baik, serta berdialog dengan cara yang bijaksana.

Prinsip tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan organisasi, termasuk ketika kepala sekolah, majelis pendidikan, guru, dan pengelola perguruan Muhammadiyah menghadapi perbedaan pandangan.

Dialog bukan sekadar bertukar pendapat, melainkan upaya membangun pemahaman bersama tanpa menghilangkan penghormatan terhadap pihak lain.

Baca Juga :  Kado Indah Hari Santri, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ukir Prestasi di Dua Kompetisi Nasional

Dr. Agus menilai, konsistensi Muhammadiyah dalam menjaga pola gerakan yang kompak, kreatif, dan komunikatif menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan organisasi hingga memasuki abad kedua.

Ia mengingatkan bahwa komunikasi merupakan bagian mendasar dari kehidupan manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial.

Tanpa komunikasi yang sehat, hambatan interaksi dan kesalahpahaman dapat semakin sulit diatasi.

Tiga Bahaya Ketika Dialog Terhenti

Dr. Agus juga mengingatkan sejumlah risiko ketika seseorang atau kelompok menutup diri dari dialog.

Pertama, munculnya echo chamber atau ruang gema, yakni keadaan ketika seseorang hanya menerima pandangan yang menguatkan keyakinannya sendiri.

Pendapat dari luar kelompok cenderung dianggap salah, sementara dirinya merasa sebagai pemilik kebenaran mutlak.

Kedua, otoritarianisme pemikiran. Sikap tertutup dapat membuat seseorang sulit menerima perbedaan dan cenderung membagi pihak lain berdasarkan kedekatan kelompok.

Akibatnya, penilaian terhadap suatu persoalan berisiko kehilangan objektivitas dan keadilan.

Ketiga, stereotip atau pelabelan yang keliru terhadap pihak lain.

Prasangka yang terus dipelihara dapat menumbuhkan ketidakpercayaan dan membuat seseorang menutup kesempatan untuk memahami perspektif berbeda.

Menurut Dr. Agus, ketiga persoalan tersebut dapat menghambat hubungan antarmanusia maupun kerja sama dalam organisasi pendidikan.

Karena itu, perbedaan pandangan seharusnya tidak langsung diperlakukan sebagai ancaman.

Baca Juga :  Persib vs Persik Malam Ini, Ini Prediksi Susunan Pemain dan Link Streaming

Sebaliknya, perbedaan perlu dikelola melalui komunikasi yang sehat, keterbukaan, dan kesediaan untuk saling memahami.

Amanah bagi Kepala Sekolah dan Majelis Pendidikan

Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada kepala sekolah, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF), serta seluruh unsur persyarikatan yang terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Dr. Agus Rahmat Nugraha mendorong para pengelola pendidikan untuk membuka ruang dialog dengan sepenuh hati, termasuk kepada pihak-pihak yang selama ini cenderung menutup diri dari komunikasi.

Pendekatan yang dilakukan, menurutnya, tidak cukup hanya melalui kata-kata.

Sikap terbuka harus dibuktikan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan keteladanan melalui karya dan perilaku sehari-hari.

Dengan cara itu, nilai-nilai Muhammadiyah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, bukan hanya disampaikan sebagai gagasan.

Pelantikan kepala sekolah, dalam konteks tersebut, menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab kepemimpinan pendidikan.

Kepala sekolah tidak hanya dituntut mengelola kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membangun hubungan yang sehat di antara guru, peserta didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat.

Budaya dialog yang disertai amal saleh dan karya nyata diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan serta memperkuat kontribusi pendidikan Muhammadiyah bagi masyarakat.

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa
Ziarah Perdana Usai Pelantikan, BEST Al Mashduqi IIBS Garut Teladani Jejak Ulama di Momentum Hari Santri
Hari Santri Nasional 202026, Kepala SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Kado Indah Hari Santri, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ukir Prestasi di Dua Kompetisi Nasional
Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan
Hari Santri 2026, Ini Pesan Kepala SMK Muhammadiyah Garut untuk Generasi Muda
Duta Baca GELIS MASAGI MTsN 1 Garut Dorong Budaya Literasi Siswa
Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Ziarah Perdana Usai Pelantikan, BEST Al Mashduqi IIBS Garut Teladani Jejak Ulama di Momentum Hari Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Kado Indah Hari Santri, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ukir Prestasi di Dua Kompetisi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan

Berita Terbaru

Kegiatan Readhaton Masagi menjadi bagian dari GELIS MASAGI untuk menumbuhkan budaya membaca di MTsN 1 Garut, Jumat (23/10/2026).

PENDIDIKAN

Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:59 WIB