WARTAGARUT.COM – Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Lapas Garut, Iim Ruhimat menekankan pentingnya menumbuhkan rasa Nasionalisme, cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab kebangsaan, baik bagi petugas maupun warga binaan.
Hal ini disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lapangan Upacara Lapas Garut dengan penuh khidmat, Jumat, 17 Oktober 2025.
Iim mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap NKRI harus dijadikan pedoman hidup, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
“Mari jadikan kesadaran berbangsa dan bernegara sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita harus menjadi warga negara yang baik, menghormati hukum, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa,” ujar Iim Ruhimat dalam amanatnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian.
Program tersebut, kata dia, menjadi sarana penting bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri agar bisa kembali diterima di tengah masyarakat.
“Setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang kami selenggarakan di Lapas Garut,” ujar Iim Ruhimat.
Ia menambahkan, pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga membangun semangat kemandirian dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan motivasi baru agar para warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Yang menarik, dalam pelaksanaan upacara kali ini seluruh petugasnya berasal dari warga binaan.
Keterlibatan mereka menjadi simbol nyata keberhasilan program pembinaan karakter dan penanaman nilai nasionalisme di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan yang kami lakukan benar-benar berdampak. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar disiplin sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan semangat kebangsaan,” tambahnya.
Dengan cara tersebut, lanjut Iim, Lapas Garut berkomitmen menciptakan lingkungan yang mendidik dan membangun kepercayaan diri warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Lapas Garut, Rusdedy, A.Md.IP., SH., MSi. melalui menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib dan khidmat.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian penting dari proses pembinaan yang dijalankan di lingkungan Lapas.
Menurut Rusdedy, upacara seperti ini memiliki makna mendalam dalam membentuk karakter dan kesadaran hukum bagi seluruh penghuni Lapas.
“Upacara Hari Kesadaran Nasional ini merupakan momentum bagi kita semua, baik petugas maupun warga binaan, untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan kesadaran hukum,” ujar Rusdedy.
Ia menambahkan, melalui kegiatan rutin tersebut diharapkan tumbuh rasa disiplin, tanggung jawab, dan nasionalisme yang kuat di lingkungan Lapas Garut.
Bagi pihaknya, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pelatihan keterampilan, tetapi juga lewat kegiatan yang menanamkan nilai moral dan kebangsaan.
Rusdedy menegaskan, Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapas Garut akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 setiap bulan.
“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen menjadikan setiap momentum pembinaan sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang PASTI Bermanfaat Bagi Masyarakat, serta membentuk warga binaan yang sadar hukum, berkarakter, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Upacara Upacara Hari Kesadaran Nasional bertema “Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut”. diikuti oleh seluruh petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari kegiatan nasional yang wajib dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia setiap tanggal 17 setiap bulannya.***
Penulis : Soni Tarsoni














