Uang Tunai Bakal Hilang? Ini Fakta di Balik Transaksi Digital

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pilihan metode pembayaran yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Ilustrasi pilihan metode pembayaran yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

WARTAGARUT.COM – Uang tunai masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat meski pembayaran digital semakin populer.

Perkembangan transaksi melalui mobile banking, internet banking, dan QRIS memang mengubah cara orang berbelanja.

Namun, data terbaru Bank Indonesia (BI) menunjukkan peredaran uang fisik rupiah justru masih mengalami pertumbuhan.

Pada triwulan III 2026, volume transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 18,09 miliar transaksi atau tumbuh 39,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) juga meningkat 11,77 persen secara tahunan menjadi Rp1.341 triliun.

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa pertumbuhan pembayaran digital tidak serta-merta membuat uang tunai kehilangan perannya.

Masyarakat semakin memiliki pilihan untuk membayar secara elektronik, tetapi uang kertas dan logam masih dibutuhkan dalam berbagai situasi.

Transaksi Digital Tumbuh, Kebiasaan Masyarakat Berubah

Perkembangan teknologi keuangan membuat transaksi sehari-hari semakin praktis.

Masyarakat dapat membayar belanja, mengirim uang, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan tanpa harus membawa uang fisik dalam jumlah besar.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi digital didukung oleh semakin luasnya penerimaan sistem pembayaran elektronik.

Transaksi melalui mobile payment tumbuh 45,55 persen secara tahunan pada triwulan III 2026, sedangkan internet payment meningkat 14,26 persen.

Penggunaan QRIS juga terus berkembang dengan pertumbuhan 75,80 persen secara tahunan.

Jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 70,6 juta, sementara jumlah merchant mencapai 49,4 juta.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa pembayaran digital semakin terintegrasi dengan aktivitas ekonomi.

Bagi konsumen, metode tersebut menawarkan kemudahan transaksi.

Bagi pelaku usaha, pembayaran digital dapat membantu proses pencatatan dan memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan.

Baca Juga :  Inter vs Fiorentina: Gol Menit Akhir Bawa Inter Menang 2-1

Meski begitu, pertumbuhan transaksi digital tidak otomatis berarti seluruh masyarakat sudah meninggalkan uang tunai.

Kebutuhan pembayaran setiap orang tetap bergantung pada situasi, akses layanan, dan kebiasaan bertransaksi.

Mengapa Uang Tunai Masih Dibutuhkan?

Uang kertas dan logam mempunyai karakteristik yang berbeda dari pembayaran digital.

Transaksi tunai tidak memerlukan ponsel, aplikasi pembayaran, maupun koneksi internet untuk menyelesaikan pembayaran secara langsung.

Karakteristik tersebut membuat uang tunai tetap relevan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses digital atau berada di wilayah dengan infrastruktur jaringan yang belum memadai.

Uang tunai juga dapat menjadi alternatif ketika perangkat elektronik kehabisan daya, jaringan mengalami gangguan, atau layanan pembayaran digital tidak dapat digunakan.

Dalam kondisi tertentu, ketersediaan uang fisik membantu masyarakat tetap melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari.

Bank Indonesia sebelumnya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan pilihan sistem pembayaran, bukan alasan untuk menghentikan layanan uang tunai.

Dalam penjelasan resminya pada 2022, BI menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang kertas masih ada sehingga layanan uang tunai tidak boleh dihentikan begitu saja.

Karena itu, perkembangan sistem pembayaran perlu mempertimbangkan keberagaman kondisi masyarakat, termasuk mereka yang belum sepenuhnya menggunakan layanan keuangan digital.

Data BI Menunjukkan Peredaran Uang Kartal Masih Tumbuh

Data Bank Indonesia memberikan petunjuk penting dalam membaca masa depan uang tunai di Indonesia.

Pada triwulan III 2026, jumlah Uang Kartal yang Diedarkan mencapai Rp1.341 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 11,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, transaksi digital juga mencatat pertumbuhan yang tinggi. Kedua perkembangan ini menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran elektronik semakin meluas, sementara uang fisik tetap beredar dalam jumlah besar.

Penting untuk membedakan nilai uang kartal yang diedarkan dari frekuensi penggunaan uang tunai.

Baca Juga :  SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

Data UYD menunjukkan jumlah uang fisik yang beredar, bukan secara langsung mengukur berapa kali masyarakat membayar menggunakan uang kertas atau logam.

Dengan demikian, kenaikan UYD tidak serta-merta membuktikan bahwa transaksi tunai semakin sering dilakukan.

Namun, data tersebut memperlihatkan bahwa uang fisik masih menjadi bagian penting dari sistem keuangan Indonesia.

Apakah Uang Tunai Akan Hilang?

Hilangnya uang tunai secara menyeluruh bukanlah kesimpulan yang dapat ditarik hanya dari meningkatnya transaksi digital.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa Rupiah Digital yang dikembangkan melalui Proyek Garuda dirancang sebagai pelengkap uang yang sudah ada, termasuk uang kertas dan logam.

Artinya, pengembangan rupiah dalam format digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh uang fisik yang beredar.

Arah perkembangan sistem pembayaran lebih tepat dipahami sebagai bertambahnya pilihan transaksi.

Masyarakat dapat menggunakan pembayaran digital ketika lebih praktis, sekaligus tetap mengandalkan uang tunai sesuai kebutuhan.

Ke depan, penggunaan uang tunai bisa berubah seiring perkembangan teknologi, kebiasaan masyarakat, dan ketersediaan infrastruktur.

Namun, tidak ada dasar dari data yang dibahas dalam berita ini untuk menyimpulkan bahwa uang tunai akan segera dihapus di Indonesia.

Bagi masyarakat, hal yang penting bukan memilih salah satu metode secara mutlak, melainkan memahami kelebihan dan keterbatasan setiap pilihan pembayaran.

Tips Aman Menggunakan Pembayaran Digital

Di tengah pertumbuhan transaksi elektronik, masyarakat perlu memperhatikan keamanan saat menggunakan aplikasi pembayaran.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan aplikasi dari penyedia resmi, tidak membagikan PIN dan kode OTP, memeriksa nominal serta tujuan pembayaran sebelum mengonfirmasi transaksi, dan memantau riwayat transaksi secara berkala.

Pengguna juga perlu memperbarui aplikasi secara rutin untuk memperoleh perbaikan keamanan yang tersedia.

Pada akhirnya, masa depan pembayaran di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh akses, keamanan, dan kebutuhan masyarakat. Pembayaran digital akan terus berkembang, sementara uang tunai masih memiliki fungsi yang tidak dapat diabaikan dalam sistem transaksi sehari-hari.***

 

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK
Rudy Gunawan Apresiasi Becak Listrik: Nyaman, Mang Becak Tidak Capek
Jalan Ciangkrong Dibuka, Distribusi Kopi Petani Garut Makin Mudah
Cara Cek Bansos Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Langkahnya
IHSG Hari Ini Ditutup Turun 0,10%, Sempat Anjlok 2,6% Lalu Rebound
Harga Domba Garut Bisa Tembus Rp400 Juta, Ini Dorongan Bupati
Sewa Gedung Telkom untuk BGN Disebut di Atas Harga Pasar, Ini Penjelasannya
Panen Kentang dan Telur di Bandung, GP Ansor Jabar Siapkan Program hingga Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Uang Tunai Bakal Hilang? Ini Fakta di Balik Transaksi Digital

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Rudy Gunawan Apresiasi Becak Listrik: Nyaman, Mang Becak Tidak Capek

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Jalan Ciangkrong Dibuka, Distribusi Kopi Petani Garut Makin Mudah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Cara Cek Bansos Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Langkahnya

Berita Terbaru

Ilustrasi kondisi langit di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT TERKINI

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:44 WIB

Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (25/10/2026).

Olahraga

Inter vs Fiorentina: Gol Menit Akhir Bawa Inter Menang 2-1

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:45 WIB