WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, H. Aceng Malki, mendorong Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut untuk semakin aktif membangkitkan ekonomi umat pada Opening Ceremony Satu Abad NU 1926–2026 dan Mukercab PCNU Garut di Lapangan SOR Ciateul, Tarogong Kidul, Senin (26/1/2026).
Legislator yang juga pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Faizien tersebut menilai peringatan satu abad NU menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga nahdliyin, khususnya di sektor ekonomi.
“Alhamdulillah saya bisa hadir di peringatan satu abad NU di Kabupaten Garut. Ini adalah bentuk nyata pengabdian NU selama 100 tahun untuk umat dan bangsa,” ujar Ceng Malki.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan acara yang dinilainya sarat dengan semangat pemberdayaan masyarakat, meski tidak tertulis secara formal dalam tema kegiatan.
“Saya melihat ada pesan kuat tentang pengabdian kepada masyarakat, terutama lewat penguatan ekonomi,” katanya
Ceng Malki juga menyoroti keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran UMKM mencerminkan komitmen NU dalam mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Alhamdulillah, banyak UMKM yang terlibat. Ini sejalan dengan arahan pemerintah daerah agar NU aktif dalam kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan ekonomi warga NU menjadi kebutuhan mendesak, mengingat masih banyak masyarakat yang berada pada taraf kesejahteraan rendah.
“Warga NU yang ekonominya masih di bawah cukup banyak. Ini berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia, baik di sektor kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi,” jelasnya.
Menurut Ceng Malki, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, NU, maupun seluruh elemen masyarakat, agar pembangunan di Garut berjalan lebih merata.
Ia menilai, peringatan Harlah Satu Abad NU tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus menjadi titik balik kebangkitan ekonomi warga nahdliyin.
“Harlah satu abad ini harus menjadi momentum kebangkitan NU Garut, khususnya kebangkitan ekonomi warga NU,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi V DPRD Jabar yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kesehatan, Aceng Malki menilai sinergi antara NU dan pemerintah sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“NU memiliki basis massa yang besar. Kalau ini digerakkan untuk pemberdayaan ekonomi, dampaknya akan sangat luas,” katanya.
Ia juga mendorong agar pesantren dan lembaga pendidikan di bawah NU turut mengambil peran dalam penguatan kewirausahaan berbasis komunitas.
“Pesantren bisa menjadi pusat ekonomi umat. Santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga dibekali keterampilan usaha,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ekonomi umat akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Kalau ekonomi kuat, akses pendidikan dan kesehatan akan lebih mudah. Ini satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.
Menatap abad kedua NU, Aceng Malki berharap PCNU Garut semakin solid dalam mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Saya yakin NU Garut mampu menjadi motor kebangkitan ekonomi umat jika terus konsisten dan bersinergi,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni
















