WARTAGARUT.COM – Hotel Harmoni Garut sukses menggelar perayaan malam Tahun Baru 2026 dengan mengusung konsep budaya Sunda secara menyeluruh, mulai dari seni sakral hingga hiburan modern, yang mendapat respons antusias dari para tamu lintas daerah.
General Manager Hotel Harmoni Garut, Ageng Sutadiredja, mengatakan acara tutup tahun yang digelar pada 31 Desember 2025 itu mengangkat tema Mapag Warsih Anyar 2026 dengan subtema Nyungkruk Galur Mapay Laratan, sebagai bentuk ajakan untuk mengingat dan merawat akar budaya Sunda dari masa ke masa.
“Kami ingin mengingatkan tamu-tamu tentang budaya Sunda dari zaman dulu sampai sekarang. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan respons tamu sangat positif,” ujar Ageng, dalam wawancara dengan WartaGarut.com di Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum’at (2/1/2026).
Ia menerangkan, Acara malam tahun baru di Hotel Harmoni dimulai dengan penampilan seni tradisional Sunda yang sarat nilai filosofis.
Beberapa kesenian yang ditampilkan di antaranya karinding, tarawangsa khas Rancakalong Sumedang, serta wayang golek, meski dengan durasi terbatas.
“Yang sakralnya kami hadirkan karinding dan tarawangsa. Itu bagian dari warisan Sunda yang sangat kuat nilai budayanya,” kata Ageng.
Seiring berjalannya malam, kata Ageng, konsep kemudian dikolaborasikan dengan budaya Sunda modern seperti rampak gendang, jaipongan, permainan kaulinan barudak, egrang, hingga lagu-lagu Sunda anak-anak.
Acara ditutup dengan pertunjukan etnik perkusi Sunda yang menghidupkan suasana hingga pergantian tahun.
“Malam tahun baru di Hotel Harmoni kami tampilkan Sunda secara total, dari yang sakral sampai yang modern,” tegasnya.
Ageng mengungkapkan, mayoritas tamu yang hadir justru berasal dari luar Jawa Barat, seperti Makassar, Kediri, Tangerang, hingga Jakarta.
Namun, mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap suguhan budaya Sunda.
“Mereka nonton sampai malam, bahkan sampai pesta tahun barunya. Antusiasmenya luar biasa,” ujarnya.
Tak hanya hiburan, kata Ia, Hotel Harmoni juga menyajikan kuliner khas Sunda sebagai bagian dari pengalaman budaya.
Menu yang disuguhkan meliputi nasi tutug oncom, nasi lewet, nasi merah, aneka olahan ayam dan ikan, serta beragam lalapan khas Sunda.
Dekorasi acara pun mengusung tema hasil bumi Sunda, dengan tampilan sayuran, buah-buahan, hingga kelapa.
Menariknya, seluruh hasil dekorasi tersebut dibagikan kepada tamu setelah acara selesai.
“Ada singkong, durian, pisang, sayuran, semuanya kami bagikan. Tamu sangat senang,” kata Ageng.
Antusiasme tamu semakin meningkat dengan hadirnya berbagai door prize, mulai dari voucher menginap, barang elektronik, televisi pintar, handphone, hingga hadiah utama sepeda listrik.
“Yang dapat sepeda listrik itu tamu dari Tangerang Selatan, handphone dari Kediri. Jadi benar-benar lintas daerah,” ujarnya.
Ke depan, Hotel Harmoni Garut berencana menjadikan budaya Sunda sebagai program rutin, tidak hanya saat tahun baru.
Konsepnya akan dikemas dalam berbagai kegiatan, mulai dari sarapan tematik, hingga acara sore santai dengan seni tradisi.
“Kami ingin sebulan sekali atau dua kali menampilkan budaya Sunda. Bisa saat breakfast, bisa juga sore hari dengan konsep ngopi, ngeteh, diskusi budaya sambil dihibur karinding, tarawangsa, atau kecapi suling,” jelas Ageng.
Hotel Harmoni juga menyiapkan lokasi baru di area Kebun Jati sebagai ruang interaksi budaya dan diskusi santai.
“Mudah-mudahan Januari 2026 program ini sudah bisa mulai berjalan. Karena siapa lagi yang menjaga budaya Sunda kalau bukan kita sendiri,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni









