Pengabdian Mahasiswa Ners STIKes Karsa Husada Garut! Warga Desa Jati Dapat Cek Kesehatan dan Edukasi Gratis

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengabdian Mahasiswa Ners STIKes Karsa Husada Garut! Warga Desa Jati Dapat Cek Kesehatan dan Edukasi Gratis

Pengabdian Mahasiswa Ners STIKes Karsa Husada Garut! Warga Desa Jati Dapat Cek Kesehatan dan Edukasi Gratis

WARTAGARUT.COM – Sebanyak 74 mahasiswa profesi Ners STIKes Karsa Husada Garut menggelar puncak kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Gebyar Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Pada Kamis, 12 Juni 2025.

Kegiatan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 14 Mei hingga 13 Juni 2025, sebagai bentuk implementasi keilmuan sekaligus penguatan peran kesehatan dalam pembangunan desa.

Program kolaboratif ini melibatkan tiga pihak utama: STIKes Karsa Husada Garut, Puskesmas Tarogong, dan Pemerintah Desa Jati.

Dosen Pembimbing STIKes Karsa Husada yang juga Stase Komunitas Keluarga Ns.Tantri Puspita, S.Kep., MNS mengatakan bahwa Kegiatan ini berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit, serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

“Harapannya dengan keterlibatan mahasiswa, pengetahuan dan kesadaran warga meningkat, sehingga berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Tantri Puspita.

GridArt 20250612 140123073 scaledKetua Pelaksana, Ricky Rachman K., menjelaskan bahwa kegiatan puncak digelar meriah dengan jalan santai sejauh 5 kilometer, diikuti oleh 156 peserta dari 13 RW.

Baca Juga :  Iran vs Selandia Baru 2-2, Ada Fakta Menarik yang Mengubah Jalannya Pertandingan

“Selain itu, digelar pula lomba cerdas cermat antar RW serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).”ujarnya.

Hj. Aida Triani, S.Kep., Ners, Preseptor Klinis dan Pj Lintas sektor Puskesmas Tarogong menambahkan bahwa CKG menggunakan skrining kesehatan mencakup cek gula darah, kolesterol, trigliserida, dan asam urat, dilengkapi dengan pemeriksaan dan konsultasi dokter umum dan dokter gigi untuk penegakan diagnosa.

“Hasil pemeriksaan langsung masuk ke aplikasi Satu Sehat dan menjadi rapor kesehatan yang ditindaklanjuti oleh puskesmas,” jelasnya

Ia mengatakan bahwa selama pengabdian, mahasiswa juga melakukan pengkajian komunitas dan intervensi di tiap RW, setalah Hasil kesepakatan Musyawarah masyarakat RW, baik edukasi kesehatan maupun pemeriksaan CKG.

Mahasiswa memetakan status ibu hamil, balita, lansia, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, hingga potensi kasus gangguan jiwa dan tuberkulosis (TBC).

Baca Juga :  Portugal Sudah Unggul Menit Ke-6, Tetapi Kongo Mengubah Cerita Tepat Sebelum Jeda

“Seluruh data tersebut dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh pemegang program di puskesmas,”katanya.

Kepala Desa Jati, Drs. H. Agus Salim, mengapresiasi kegiatan ini yang secara konsisten memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kami mengapresiasi mahasiswa STIKes Karsa Husada yang melakukan pengabdian terhadap masyarakat Desa Jati. Kesehatan dan lingkungan jadi lebih baik. Warga kami merasa terbantu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Marno Sukmana, Kaur Perencanaan Desa Jati, yang menyebut warga sangat terbantu, terutama dalam hal edukasi penyakit, PHBS, dan pengelolaan sampah.

“Mahasiswa mengajarkan cara membuat bio enzim, lubang biopori, dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga. Ini sangat relevan dengan program Kampung KB yang sedang dijalankan di desa,” ujarnya.

Pengabdian masyarakat ini bukan hanya menjadi ajang praktik bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan, layanan kesehatan, dan pemerintahan desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara konkret.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Dispora Garut Apresiasi Sarana Olahraga IKKHG, Dorong Kolaborasi Pembinaan Atlet
Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi
2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi
Setelah 4 Prodi Raih Akreditasi Unggul, IKKHG Bersiap Tambah Fakultas Kedokteran Gigi
Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG
SMK Muhammadiyah Garut Siapkan Guru Lebih Adaptif, Targetkan Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja
Pembina YDHIG Lantik Senat Akademik IKKHG 2026–2030, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Tinggi
Ketua MUI Banyuresmi Ajak Perkuat Ukhuwah di Tahun Baru Islam 1448 H

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Dispora Garut Apresiasi Sarana Olahraga IKKHG, Dorong Kolaborasi Pembinaan Atlet

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:11 WIB

2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:08 WIB

Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:29 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Siapkan Guru Lebih Adaptif, Targetkan Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Berita Terbaru

Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Penalti Menit 83 Ubah Klasemen Grup A

SEPUTAR OLAHRAGA

Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Penalti Menit 83 Ubah Klasemen Grup A

Jumat, 19 Jun 2026 - 20:39 WIB

error: Content is protected !!