WARTAGARUT.COM — Suasana haru menyelimuti kediaman salah satu korban tragedi pesta rakyat pernikahan Putri Karlina dan Maula Akbar di Garut, pada Jumat malam, 18 Juli 2025.
Didampingi sang suami, Putri Karlina datang langsung melayat dan menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga korban sambil menangis tersedu.
“Hapunten abdi, Bu…,” ucap Putri dengan suara bergetar, sambil menundukkan kepala dan menggenggam tangan keluarga korban.
Tangisannya pecah saat memohon maaf atas insiden yang menelan korban jiwa di acara syukuran pernikahannya.
Momen itu disambut pelukan dan air mata. Salah satu anggota keluarga korban dengan tenang “Tos nampi kana takdir, murangkalih tos kedahna kieu. Wios Ibu.”katanya.
Kalimat penuh ketabahan itu membuat suasana semakin emosional. Tidak ada amarah, hanya penerimaan ikhlas atas kehendak Ilahi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi selaku orang tua Maula Akbar juga menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas peristiwa ini, termasuk memberikan uang duka sebesar Rp150 juta untuk masing-masing keluarga korban dan menjamin pendidikan anak-anak mereka.
Tragedi ini menjadi pelajaran pahit dalam momen bahagia. Namun, sikap penuh empati dan tanggung jawab dari keluarga besar mempelai menuai apresiasi dari banyak pihak.
Penulis : Soni Tarsoni

















