Garut Tetapkan Keracunan Kadungora Sebagai KLB

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut Tetapkan Keracunan Kadungora Sebagai KLB

Garut Tetapkan Keracunan Kadungora Sebagai KLB

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut resmi menetapkan kasus keracunan massal di Kecamatan Kadungora sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penetapan ini disampaikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, usai melakukan peninjauan ke Puskesmas Kadungora pada Selasa malam (30/9/2025).

Keputusan tersebut diambil setelah Bupati Syakur bersama Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan pejabat tinggi pratama menggelar rapat darurat di lokasi.

“Karena kondisinya sudah perlu penanganan khusus, maka kita nyatakan sebagai KLB,” tegas Bupati Syakur.

Dengan status KLB, seluruh pembiayaan perawatan korban dipastikan ditanggung penuh Pemkab Garut melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Semua pembiayaan akan kita cover melalui BTT,” jelas Syakur.

Selain itu, ia memerintahkan langkah luar biasa berupa sweeping di desa-desa. Kepala desa diminta mendata warga yang bergejala agar segera dijemput tim medis ke puskesmas.

“Jangan sampai ada warga yang takut berobat karena alasan biaya. Semua harus segera ditangani,” katanya.

Data Pasien Terbaru

Hingga Rabu dini hari (1/10/2025) pukul 03.30 WIB, Dinas Kesehatan Garut merilis pembaruan jumlah korban:

  • 59 pasien rawat inap di Puskesmas Kadungora

  • 33 pasien rawat inap di Puskesmas Leles

  • 2 pasien dalam observasi di Puskesmas Kadungora

  • 51 pasien rawat jalan

  • 3 pasien dirujuk ke rumah sakit, termasuk satu balita

 Total keseluruhan: 147 pasien.

Pemkab Garut masih menunggu hasil penelitian laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Namun, sebagai langkah antisipasi, dapur yang diduga menjadi sumber pangan keracunan telah ditutup sementara.

“Ya kita tutup, karena jelas sudah ada korban yang relatif banyak,” ujar Bupati.

Meski jumlah pasien cukup banyak, kondisi medis dinilai terkendali. Beberapa pasien sudah menunjukkan perbaikan signifikan.
“Kita lihat wajahnya sudah mulai cerah, sudah mulai senyum, dan gejala seperti BAB juga berkurang,” tambah Syakur.

Ia berharap semua penyintas segera pulih dan bisa kembali ke rumah masing-masing setelah masa observasi.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

22.022 Domba dan Kambing Diprediksi Dipotong Saat Idul Adha di Garut
PMK Terkendali, Warga Garut Tak Perlu Khawatir Beli Hewan Kurban
Ketersediaan Hewan Kurban di Garut Dipastikan Aman Jelang Idul Adha 2026
Bimtek Juru Sembelih Halal Digelar Sebelum Idul Adha 1447 H di Garut
Diskannak Garut Siapkan 100 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H
BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026
Kemenag Garut Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf Melalui Aplikasi SIWAK
Bupati Garut Instruksikan Pencairan Bansos dan Hibah Dipercepat untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

22.022 Domba dan Kambing Diprediksi Dipotong Saat Idul Adha di Garut

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:22 WIB

PMK Terkendali, Warga Garut Tak Perlu Khawatir Beli Hewan Kurban

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:01 WIB

Bimtek Juru Sembelih Halal Digelar Sebelum Idul Adha 1447 H di Garut

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:57 WIB

Diskannak Garut Siapkan 100 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:44 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!