Legislator Asal Garut, Ceng Malki Tegas: Kritik Jalan Rusak Hak Warga, Intimidasi Tak Bisa Dibenarkan

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator Asal Garut, Ceng Malki Tegas: Kritik Jalan Rusak Hak Warga, Intimidasi Tak Bisa Dibenarkan

Legislator Asal Garut, Ceng Malki Tegas: Kritik Jalan Rusak Hak Warga, Intimidasi Tak Bisa Dibenarkan

WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, H. Aceng Malki, menanggapi serius dugaan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan kritik soal kerusakan infrastruktur jalan di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap fasilitas publik merupakan hak warga yang dilindungi undang-undang dan tidak boleh dibalas dengan tekanan atau intimidasi.

Kasus ini mencuat setelah seorang warga sekaligus aktivis konten lokal, Holis Muhlisin, pedagang telur juga konten kreator mengunggah video kondisi jalan desa yang rusak parah.

Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sosial masyarakat.

Namun, setelah konten itu beredar luas di media sosial, Holis diduga mendapat tekanan verbal dan teguran keras dari pihak yang disebut-sebut merupakan keluarga Kepala Desa Panggalih.

Menanggapi hal tersebut, Aceng Malki menyatakan dukungannya terhadap aspirasi warga yang disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Pada prinsipnya saya mendukung kritik warga terhadap pelayanan publik, termasuk soal jalan rusak. Itu bagian dari kontrol sosial dan demokrasi. Yang tidak dibenarkan adalah jika kritik itu justru dibalas dengan intimidasi,” ujar Ceng Malki melalui rilis kepada WartGaeut.com, pada Rabu, (7/1/2026).

Ia mengingatkan bahwa kepala desa dan perangkatnya seharusnya menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai ancaman terhadap kewibawaan.

Menurutnya, jika benar terjadi tekanan dari lingkar kekuasaan desa, maka hal itu berpotensi mencederai nilai demokrasi di tingkat paling dasar.

“Kekuasaan di desa itu amanah. Tidak boleh ada penyalahgunaan pengaruh untuk membungkam suara warga,” tegas politisi yang akrab disapa Ceng Dewan itu.

Ceng Malki juga menyoroti substansi utama persoalan, yakni kondisi infrastruktur jalan desa yang rusak.

Ia menilai, fokus pemerintah desa seharusnya adalah mencari solusi konkret, mulai dari perencanaan anggaran hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Jalan rusak itu fakta. Kalau memang rusak, jawab dengan program perbaikan, bukan dengan emosi,” katanya.

Dari sisi hukum dan etika, Ceng Malki menjelaskan bahwa kritik terhadap fasilitas publik dilindungi selama tidak mengandung fitnah, ujaran kebencian, atau serangan personal.

Sebaliknya, menurut Ia, tindakan intimidasi dapat masuk ke ranah pelanggaran hukum jika mengandung unsur ancaman atau pemaksaan.

“Negara harus hadir melindungi warganya yang menyampaikan aspirasi secara sah,” ujarnya.

Ia pun mendorong adanya klarifikasi terbuka dari Pemerintah Desa Panggalih serta langkah-langkah transparan untuk meredakan polemik.

Selain itu, Pihaknya,  mendukung dorongan masyarakat agar Inspektorat melakukan audit dan evaluasi tata kelola desa jika diperlukan.

“Audit desa penting untuk memastikan tata kelola berjalan baik dan tidak ada penyimpangan kekuasaan,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Politisi PKB ini,  berharap kasus ini tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi di desa-desa lain.

“Demokrasi itu hidup dari keberanian warga bersuara dan kesiapan pemimpin untuk mendengar. Jangan sampai kritik dibungkam, sementara masalah utamanya dibiarkan,” pungkasnya. ***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Cari Kampus Islam Terbaik di Garut? STAI Al Musaddadiyah Garut Buka PMB dengan Status Akreditasi Baik Sekali
Aceng Malki Tegaskan Haul Hidayatul Faizien Momentum Lanjutkan Perjuangan Ulama
Muhammad Ridho, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Tembus Kuliah di Rusia: Intip Kisah Inspiratifnya!
Kemenag Garut Apresiasi Peresmian Aula LPTQ, Endang Sutiana: Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Kemenag Garut Dukung Tambahan Anggaran Pendidikan, Dr Saepulloh: Kunci Perubahan Ada di Pendidikan
Refleksi Halal Bihalal Kemenag Garut, Dr. Saepulloh Tekankan Makna Kesucian dan Perubahan ASN
Transformasi Kang Cecep di Preman Pensiun: Dari Sosok Santai Menjadi Pemimpin Bijaksana
MERIAH! Milad ke-47 MAN 1 Garut Digelar Besar-besaran, Ada Berbagai Lomba hingga Donor Darah

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:16 WIB

Cari Kampus Islam Terbaik di Garut? STAI Al Musaddadiyah Garut Buka PMB dengan Status Akreditasi Baik Sekali

Sabtu, 11 April 2026 - 15:59 WIB

Aceng Malki Tegaskan Haul Hidayatul Faizien Momentum Lanjutkan Perjuangan Ulama

Selasa, 7 April 2026 - 18:37 WIB

Muhammad Ridho, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Tembus Kuliah di Rusia: Intip Kisah Inspiratifnya!

Selasa, 7 April 2026 - 07:25 WIB

Kemenag Garut Apresiasi Peresmian Aula LPTQ, Endang Sutiana: Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Senin, 6 April 2026 - 19:20 WIB

Kemenag Garut Dukung Tambahan Anggaran Pendidikan, Dr Saepulloh: Kunci Perubahan Ada di Pendidikan

Berita Terbaru

May Day di Garut, Bupati Syakur Janji Evaluasi Formula Upah Buruh

KEBIJAKAN PUBLIK

May Day di Garut, Bupati Syakur Janji Evaluasi Formula Upah Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:42 WIB

Aplikasi Sagarut Disiapkan Jadi Jawaban Keluhan Warga

KEBIJAKAN PUBLIK

Aplikasi Sagarut Disiapkan Jadi Jawaban Keluhan Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:05 WIB

error: Content is protected !!