WARTAGARUT.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar Opening Ceremony Satu Abad NU 1926–2026 dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PCNU di Lapangan SOR Ciateul, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (26/1/2026), sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang organisasi sekaligus penguatan peran keumatan dan kebangsaan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh masyarakat, kader, serta ribuan warga nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.
Ketua PCNU Kabupaten Garut, Atjeng Abdul Wahid, menegaskan bahwa peringatan satu abad NU versi Masehi merupakan momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam menjaga dan melayani umat.
“Peringatan ini menjadi bentuk tasyakur atas perjalanan panjang NU. Mudah-mudahan jadi bekal kami bahwa harokah Nahdlatul Ulama tidak lepas dari himayatul ummah dan khidmatul ummah,” ujar Atjeng.
Menurutnya, NU memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta mendukung pembangunan sosial di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, Mukercab menjadi ruang strategis untuk merumuskan program kerja yang responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Adis Abdullah Effendi, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan satu abad NU di Garut dikemas dalam tiga agenda utama, yakni Mukercab PCNU, Pameran Bazar UMKM, dan Apel Kebangsaan.
“Rangkaian kegiatan ini terdiri dari Mukercab, bazar UMKM, dan Apel Kebangsaan yang akan digelar pada 29 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 200 pelaku UMKM,” kata Adis.
Ia menyebut, kehadiran ratusan pelaku usaha lokal menjadi bentuk dukungan nyata NU terhadap penguatan ekonomi umat berbasis kerakyatan.
Selain bazar, rangkaian Harlah NU juga dimeriahkan oleh puluhan pertunjukan seni dan kreativitas warga NU dari berbagai tingkatan organisasi.
“Sebanyak 50 penampilan kreasi dari MWC, PRNU, lembaga, dan badan otonom NU turut memeriahkan kegiatan ini. Semua membawa semangat kebangsaan dan ke-NU-an,” ujarnya.
Adis menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan di SOR Ciateul berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di Kabupaten Garut.
Peringatan satu abad NU di Garut juga diharapkan mampu memperkuat posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, membangun karakter kebangsaan, serta meningkatkan kesejahteraan umat.
Penulis : Soni Tarsoni
















