WARTAGARUT.COM – Doa berbuka puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi salah satu bacaan yang banyak dicari umat Islam menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Dua puasa sunnah di bulan Zulhijah ini memiliki keutamaan besar sehingga banyak muslim mempersiapkan diri untuk menjalankannya, termasuk memahami bacaan doa berbuka puasa lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah atau Senin, 25 Mei 2026. Sementara puasa Arafah jatuh pada 9 Zulhijah atau Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jemaah haji di Padang Arafah.
Kedua amalan sunnah tersebut sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa Arafah bahkan dikenal memiliki pahala besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Saat waktu magrib tiba, umat Islam dianjurkan membaca doa berbuka puasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah puasa seharian penuh.
Berikut bacaan doa berbuka puasa Tarwiyah dan Arafah yang umum diamalkan umat Islam:
Doa berbuka puasa “Allahumma Laka Shumtu”
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Arab latin:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar raahimin.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Selain itu, ada juga doa berbuka puasa lain yang cukup populer dibaca umat Islam:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab latin:
Dzahabadh dzama’u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”
Puasa Tarwiyah sendiri merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah. Amalan ini menjadi bagian dari ibadah sunnah pada sepuluh hari pertama Zulhijah yang dikenal penuh keberkahan dan pahala besar.
Sementara puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah dan menjadi salah satu puasa sunnah paling utama bagi umat Islam yang tidak berhaji. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang.
Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta memperbanyak amal saleh menjelang Hari Raya Idul Adha.
Waktu membaca doa berbuka puasa dilakukan setelah azan magrib berkumandang dan sesaat setelah membatalkan puasa. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah tiba.
Selain itu, berbuka puasa dengan makanan manis seperti kurma juga menjadi sunnah yang banyak diamalkan umat Islam. Tradisi ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga baik untuk mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa seharian.
Momentum puasa Tarwiyah dan Arafah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah serta mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha dengan hati yang lebih bersih dan penuh rasa syukur.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar