WARTAGARUT.COM – Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kabupaten Garut hingga lintas provinsi memadati Pondok Pesantren Hidayatul Faizien dalam peringatan Haul Akbar ke-33 KH RD Hidayatullah dan ke-20 KH Wajihaddin.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya diisi doa bersama, tetapi juga menjadi momentum spiritual, silaturahmi, serta lahirnya berbagai program kemaslahatan umat.
Haul akbar tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, Dr. Hj. Neng Hilma Mimar.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mendoakan para muassis dan pendiri pesantren agar keberkahan terus mengalir bagi seluruh elemen pondok dan masyarakat.
“Haul ini menjadi wasilah untuk mendoakan para pendiri melalui khotmil Qur’an, tahlil, dan sholawat, agar membawa keberkahan bagi pondok, santri, dan umat,” ujar Neng Hilma, Sabtu, (11/4/2026).
Ia menjelaskan, haul juga menjadi sarana merawat sanad keilmuan yang tersambung hingga Rasulullah SAW, sekaligus momentum muhasabah untuk mengevaluasi perjalanan pesantren selama satu tahun terakhir.
Tidak hanya bernilai spiritual, kegiatan ini juga melahirkan berbagai program sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Mulai dari pengobatan gratis, layanan administrasi seperti SIM dan KTP, manasik haji dan umrah, hingga bazar murah bagi pelaku UMKM.
“Haul bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal lahirnya program nyata untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Dalam rangkaian acara, turut digelar silaturahmi, temu wicara, serta tausiyah yang disampaikan oleh tokoh nasional KH Said Aqil Siradj.
Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mencerdaskan dan menyejahterakan lingkungan sekitar.
“Jangan hidup hanya untuk diri sendiri. Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Haul juga menjadi sarana mempererat hubungan antara murid dan guru, dzurriyah, alumni, serta jamaah. Momentum ini dinilai penting dalam memperkuat sanad adab, keilmuan, dan ikatan batin antar elemen pesantren.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, RSUD Pamengpeuk, puskesmas, Polres, Samsat, dan Dukcapil. Baznas turut menyalurkan santunan bagi anak yatim, sementara Dinas Ketahanan Pangan dan UMKM menghadirkan bazar murah.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadikan haul sebagai wadah sinergi untuk kemaslahatan bersama, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah tanpa sekat sosial.
Haul juga dimaknai sebagai bagian dari kaderisasi, dengan memperkenalkan generasi penerus pesantren untuk melanjutkan estafet perjuangan para muassis.
“Ini bukan hanya mengenang, tetapi melanjutkan perjuangan para ulama melalui amal nyata,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















