Putri Karlina Ungkap 8 Layanan Gigi Gratis BPJS di Puskesmas, Warga Garut Wajib Tahu

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Garut drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA memberikan edukasi mengenai layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditanggung BPJS Kesehatan di puskesmas.

Wakil Bupati Garut drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA memberikan edukasi mengenai layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditanggung BPJS Kesehatan di puskesmas.

WARTAGARUT.COMWakil Bupati Garut drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA mengungkapkan bahwa layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditanggung BPJS Kesehatan di puskesmas ternyata cukup lengkap.

Mulai dari pemeriksaan gigi rutin, tambal gigi, cabut gigi, hingga pembersihan karang gigi atau scaling dapat diakses masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi tersebut disampaikan  Putri Karlina untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait layanan kesehatan gigi yang dapat diperoleh menggunakan BPJS Kesehatan, khususnya di puskesmas yang memiliki poli gigi.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa layanan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu fasilitas yang dijamin BPJS Kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), termasuk puskesmas.

“Banyak yang bertanya apakah tambal gigi atau bersihin karang gigi bisa pakai BPJS. Jawabannya bisa, dengan ketentuan yang berlaku dan tersedia di puskesmas yang memiliki poli gigi,” kata Putri Karlina, dikutip dari YT. PutriKarlinaWabup.

Delapan Layanan Gigi yang Ditanggung BPJS

Putri Karlina menjelaskan sedikitnya terdapat delapan jenis layanan kesehatan gigi yang dapat diakses masyarakat menggunakan BPJS Kesehatan.

Layanan pertama adalah pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gigi secara rutin.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya datang ke dokter gigi saat mengalami sakit, tetapi melakukan pemeriksaan minimal dua kali dalam setahun.

“Walaupun tidak ada keluhan, sebaiknya enam bulan sekali datang ke dokter gigi. Dengan begitu kita bisa mengetahui kondisi gigi sejak dini sebelum masalahnya menjadi lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah? Simak Waktu, Adab dan Keutamaannya

Menurutnya, pencegahan jauh lebih murah dan lebih mudah dibandingkan mengobati kerusakan gigi yang sudah parah.

Layanan kedua adalah premedikasi atau pemberian obat sebelum tindakan medis tertentu, seperti pencabutan gigi yang mengalami infeksi atau peradangan.

Ia menegaskan pencabutan gigi tidak boleh dilakukan saat kondisi masih bengkak atau terjadi infeksi aktif karena dapat meningkatkan risiko komplikasi.

“Kalau masih ada infeksi atau pembengkakan, biasanya diberikan antibiotik atau obat antiinflamasi terlebih dahulu sebelum tindakan pencabutan dilakukan,” jelasnya.

Kondisi Darurat hingga Cabut Gigi Ditanggung

Selain itu, BPJS juga menanggung penanganan kegawatdaruratan gigi, seperti gigi lepas akibat benturan saat berolahraga, patah gigi karena kecelakaan, maupun nyeri hebat yang membutuhkan penanganan segera.

Layanan berikutnya adalah pencabutan gigi sulung atau gigi susu pada anak-anak serta pencabutan gigi permanen tanpa penyulit.

Namun, untuk kasus yang lebih kompleks seperti pencabutan gigi dengan akar yang sulit atau tindakan bedah mulut, pasien biasanya akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan atau dokter spesialis.

“Kalau tingkat kesulitannya tinggi, biasanya perlu tindakan lanjutan dan bisa dirujuk ke dokter spesialis bedah mulut,” kata Putri Karlina.

Obat-obatan pasca pencabutan gigi seperti obat anti nyeri, anti radang, maupun antibiotik juga termasuk dalam layanan yang ditanggung karena menjadi bagian dari satu rangkaian perawatan.

Tambal Gigi dan Scaling Bisa Pakai BPJS

Salah satu layanan yang paling banyak ditanyakan masyarakat adalah tambal gigi.

Putri Karlina memastikan tambal gigi menggunakan bahan komposit termasuk layanan yang dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis.

Baca Juga :  Son Heung-min Diganti, Pemain Ini Justru Jadi Pahlawan Korea Selatan

“Tentu bisa tambal gigi. Yang digunakan adalah tambalan komposit sesuai kebutuhan medis pasien,” ujarnya.

Selain tambal gigi, scaling atau pembersihan karang gigi juga dapat dilakukan menggunakan BPJS Kesehatan.

Namun, ia menjelaskan terdapat ketentuan khusus bahwa scaling ditanggung satu kali dalam setahun dan diperuntukkan bagi kasus yang memiliki indikasi medis, seperti radang gusi atau gingivitis akibat penumpukan karang gigi.

“Scaling yang ditanggung BPJS bukan untuk tujuan kosmetik semata, tetapi untuk kasus yang memang memiliki indikasi penyakit gusi atau peradangan,” jelasnya.

Jangan Tunggu Sakit Baru ke Dokter Gigi

Putri Karlina menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Ia mengingatkan bahwa kerusakan gigi tidak dapat sembuh sendiri seperti luka pada kulit.

Menurutnya, lubang kecil pada gigi yang dibiarkan akan terus membesar hingga mencapai saraf dan menyebabkan perawatan menjadi lebih rumit serta membutuhkan biaya yang lebih besar.

“Gigi itu tidak bisa tumbuh kembali. Kalau sudah berlubang dan dibiarkan, kerusakannya akan semakin dalam sampai ke saraf. Akhirnya perawatannya lebih panjang dan lebih sulit,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Garut untuk memanfaatkan layanan kesehatan gigi yang telah tersedia melalui BPJS Kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali.

“Jangan pernah takut ke dokter gigi. Semakin cepat diperiksa, semakin mudah ditangani dan semakin kecil biaya perawatannya,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Rektor Uniga Bangga, 41 Apoteker Baru Lulus 100 Persen dan Siap Perkuat Layanan Kesehatan Garut
Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat
IKKHG Gelar Seminar Nasional! Luncurkan Prodi S1 Gizi dan SDGs Center untuk Perkuat Ketahanan Gizi
Stunting Garut 24,1 Persen, Ketua Pembina YDHIG dan IKKHG Launching Prodi S1 Gizi dan SDGs Center
Dokter Gigi di Garut Menumpuk di Kota, Putri Karlina Luncurkan Solusi
Bupati Garut Siapkan Beasiswa agar Dokter Gigi Mau Mengabdi
Putri Karlina Luncurkan Dokter Gigi Masuk Desa, Ibu Hamil dan Anak-anak Jadi Prioritas
Garut Kekurangan Dokter Gigi, Bupati Syakur Sebut Idealnya Harus Ada 600 Orang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:32 WIB

Putri Karlina Ungkap 8 Layanan Gigi Gratis BPJS di Puskesmas, Warga Garut Wajib Tahu

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:52 WIB

Rektor Uniga Bangga, 41 Apoteker Baru Lulus 100 Persen dan Siap Perkuat Layanan Kesehatan Garut

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:57 WIB

IKKHG Gelar Seminar Nasional! Luncurkan Prodi S1 Gizi dan SDGs Center untuk Perkuat Ketahanan Gizi

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:54 WIB

Stunting Garut 24,1 Persen, Ketua Pembina YDHIG dan IKKHG Launching Prodi S1 Gizi dan SDGs Center

Berita Terbaru

error: Content is protected !!