WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut mendorong seluruh perangkat daerah lebih aktif di media sosial untuk menjawab persepsi publik, seiring meningkatnya peran platform digital sebagai sumber utama informasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, saat menghadiri kegiatan Garut Government Public Relations (GGPR) In House Training Humas SKPD, kecamatan, desa/kelurahan, serta UPT SKPD se-Kabupaten Garut di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (22/4/2026).
Dalam arahannya, Putri menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang kini menjadikan media sosial sebagai rujukan utama dalam menilai kinerja pemerintah.
Ia menilai, ketidakhadiran atau minimnya aktivitas instansi pemerintah di ruang digital kerap memunculkan spekulasi negatif.
Menurutnya, keaktifan di media sosial bukan sekadar mengunggah informasi, tetapi juga mencakup interaksi langsung dengan masyarakat, termasuk merespons komentar dan isu yang berkembang.
“Ketika instansi tidak hadir di media sosial, masyarakat bisa membentuk persepsi sendiri. Karena itu, membalas komentar dan menanggapi isu itu penting agar informasi yang diterima publik tetap akurat,” ujar Putri.
Ia menegaskan, peran humas harus lebih progresif dan tidak hanya bertumpu pada figur kepala daerah. Seluruh SKPD diminta ikut terlibat aktif dalam menjaga komunikasi publik.
“Jangan hanya pimpinan daerah saja yang berbicara. SKPD juga harus hadir dan memberikan penjelasan terhadap isu yang berkembang,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan GGPR bertujuan menyamakan persepsi dalam penyampaian informasi pembangunan.
Ia menekankan pentingnya narasi kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat agar proses pembangunan dipahami sebagai tanggung jawab bersama.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Oleh karena itu, komunikasi yang dibangun harus mampu mengajak masyarakat untuk terlibat dan memahami proses yang sedang berjalan,” kata Agus.
Agus juga menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Diskominfo Garut dalam meningkatkan kapasitas SDM humas di berbagai tingkatan.
Menurutnya, kegiatan ini telah memasuki sesi ketujuh dan akan terus dikembangkan dengan pendekatan praktik agar kemampuan teknis peserta semakin meningkat.
“Kami akan dorong ke tahap praktik lanjutan, agar kemampuan produksi konten, termasuk video dan narasi digital, bisa lebih optimal,” ujarnya.
Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat tantangan dalam pemetaan isu strategis yang berkembang di masyarakat.
Ke depan, Diskominfo akan mendorong setiap instansi agar lebih fokus memproduksi informasi yang relevan dan mampu menjawab isu secara terarah.
Ia berharap, komunikasi publik yang terbangun tidak lagi bersifat parsial, melainkan mampu menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.***
Penulis : Soni Tarsoni

















