WARTAGARUT.COM – Dosen Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Andhika Lunguh Perceka, menerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.
Pendanaan ini untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Sindanggalih.
Program tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas warga dalam mengelola sampah secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Andhika menjelaskan, program ini dirancang untuk menjawab persoalan sampah di tingkat desa yang selama ini belum dikelola secara optimal.
“Penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R menjadi kunci dalam pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya melalui pesan singkat kepada WartaGarut.com, Minggu, (12/4/2026).
Melalui pendekatan 3R, kata Ia, masyarakat didorong untuk mengurangi produksi sampah sejak dari sumbernya (reduce), memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai (reuse), serta mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai (recycle).
Selain itu, menurut Andhika, program ini juga mengintegrasikan kegiatan penelitian, pengabdian, serta inovasi berbasis seni sebagai pendekatan edukatif kepada masyarakat.
Andhika menegaskan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program ini.
Oleh karena itu, pendampingan dilakukan secara intensif agar warga tidak hanya memahami konsep 3R, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesadaran lingkungan,” katanya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi desa lain dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin sistem ini bisa direplikasi di wilayah lain sehingga dampaknya lebih luas,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















