Andhika Lunguh Perceka Dosen IKKHG Kembangkan Program 3R di Sindanggalih, Ubah Sampah Jadi Bernilai

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andhika Lunguh Perceka Dosen IKKHG Kembangkan Program 3R di Sindanggalih, Ubah Sampah Jadi Bernilai

Andhika Lunguh Perceka Dosen IKKHG Kembangkan Program 3R di Sindanggalih, Ubah Sampah Jadi Bernilai

WARTAGARUT.COM – Dosen Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Andhika Lunguh Perceka, menerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.

Pendanaan ini untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Sindanggalih.

Program tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas warga dalam mengelola sampah secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Andhika menjelaskan, program ini dirancang untuk menjawab persoalan sampah di tingkat desa yang selama ini belum dikelola secara optimal.

“Penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R menjadi kunci dalam pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya melalui pesan singkat kepada WartaGarut.com, Minggu, (12/4/2026).

Melalui pendekatan 3R, kata Ia,  masyarakat didorong untuk mengurangi produksi sampah sejak dari sumbernya (reduce), memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai (reuse), serta mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai (recycle).

Selain itu, menurut Andhika, program ini juga mengintegrasikan kegiatan penelitian, pengabdian, serta inovasi berbasis seni sebagai pendekatan edukatif kepada masyarakat.

Andhika menegaskan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program ini.

Oleh karena itu, pendampingan dilakukan secara intensif agar warga tidak hanya memahami konsep 3R, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuannya bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesadaran lingkungan,” katanya.

Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi desa lain dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.

“Ke depan, kami ingin sistem ini bisa direplikasi di wilayah lain sehingga dampaknya lebih luas,” pungkasnya. ***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

IKKHG Garut Studi Banding ke IPB University untuk Perkuat Prodi S1 Gizi dan SDGs Center
Mahasiswa PPG IPI Garut Raih Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Garut 2026 Bidang Pendidikan
Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit
3 Mahasiswa Universitas Garut Borong Juara di Kejurda Muay Thai Pasundan Championship 2026
STAI Al-Musaddadiyah Garut Resmi Buka S2 Pendidikan Agama Islam, SK Diserahkan Langsung Dirjen Pendis
YDHIG Gelar Syukuran Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG, Tiga Prodi Lain Menunggu Hasil
Ketua Pembina YDHIG Tegaskan Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG Jadi Momentum Penguatan Mutu Kampus
Kabar Membanggakan! Prodi D3 Kebidanan IKKHG Garut Sabet Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:22 WIB

IKKHG Garut Studi Banding ke IPB University untuk Perkuat Prodi S1 Gizi dan SDGs Center

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:30 WIB

Mahasiswa PPG IPI Garut Raih Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Garut 2026 Bidang Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:59 WIB

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:37 WIB

3 Mahasiswa Universitas Garut Borong Juara di Kejurda Muay Thai Pasundan Championship 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:43 WIB

STAI Al-Musaddadiyah Garut Resmi Buka S2 Pendidikan Agama Islam, SK Diserahkan Langsung Dirjen Pendis

Berita Terbaru

error: Content is protected !!