WARTAGARUT.COM – Forum Komunikasi dan Solusi (FOKUS) Vol. 78 kembali digelar dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pajak Daerah Melalui Digitalisasi dan Pengawasan”.
Kegiatan talkshow ini berlangsung di Studio Siaran UPT Penyiaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (19/12/2025).
Talkshow FOKUS Vol. 78 menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Garut Ridzky Ridznurdhin dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Diskominfo Kabupaten Garut Dang Sani Imansyah.
Keduanya membahas strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan sistem pengawasan.
Dalam pemaparannya, Kepala BAPENDA Garut Ridzky Ridznurdhin menegaskan bahwa pajak daerah merupakan instrumen vital dalam mendukung pembiayaan pembangunan di Kabupaten Garut.
Oleh karena itu, optimalisasi sistem pemungutan pajak menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Untuk mempermudah wajib pajak, BAPENDA Garut saat ini tengah melakukan migrasi layanan dari berbagai platform mandiri menjadi satu sistem terintegrasi.
Sebelumnya, layanan pajak masih tersebar di sejumlah aplikasi seperti SIP PBB dan SIP BPHTB.
“Nah ke depan di tahun 2026 kita akan coba integrasikan, kita migrasikan menjadi single platform yang diawali dengan pajak lainnya, pajak makanan dan minuman, pajak hotel, dan sebagainya. Semuanya akan masuk ke SAPADA, yaitu Sistem Aplikasi Pajak Daerah,” jelas Ridzky.
Ia mengungkapkan, pengembangan sistem digital ini disusun berdasarkan roadmap yang melibatkan kalangan akademisi.
Berdasarkan hasil riset, digitalisasi terbukti mampu mempercepat pencapaian target penerimaan pajak daerah.
Meski sistem tersebut masih tergolong baru, Ridzky optimistis tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak akan meningkat seiring kemudahan layanan yang ditawarkan.
“Karena apa? Karena biaya yang harus dikeluarkan oleh wajib pajak juga akan lebih murah. Tidak harus datang ke kantor, cukup dari rumah. Lebih cepat, lebih aman. Saya yakin akan meningkat, hanya sejauh mana nanti akan kita evaluasi tahun depan,” tambahnya.
Menutup pemaparannya, Ridzky mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk mulai memanfaatkan aplikasi SAPADA dalam menunaikan kewajiban pajak daerah. Menurutnya, penggunaan teknologi digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi wajib pajak, tetapi juga mendorong transparansi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kepada masyarakat, mari gunakan aplikasi pembayaran melalui SAPADA secara baik. Karena ini sangat menguntungkan, lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman, demi pembangunan Garut yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni









