Dari Sekolah Tinggi ke Institut, Bupati Garut Dorong IKKHG Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Sekolah Tinggi ke Institut, Bupati Garut Dorong IKKHG Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Dari Sekolah Tinggi ke Institut, Bupati Garut Dorong IKKHG Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

WARTAGARUT.COM – Perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan daerah.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan transformasi ini harus menjadi momentum peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kabupaten Garut.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Garut saat menghadiri Milad ke-22 Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), peresmian perubahan status STIKes menjadi institut, pelantikan rektor pertama IKKHG, sekaligus peresmian Gedung Kampus 3 di Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (23/1/2026).

Menurut Bupati Syakur Amin, alih status dari sekolah tinggi menjadi institut mencerminkan kemampuan tata kelola lembaga pendidikan yang semakin profesional.

Ia menyebut transformasi tersebut sebagai energi baru bagi pembangunan sektor kesehatan di Garut.

“Saya tahu persis bagaimana proses transformasi dari STIKes ke institut. Ini menunjukkan kemampuan badan penyelenggara dan pelaksananya. Bagi kami, ini menjadi energi tambahan untuk memperkuat layanan kesehatan,” ujar Syakur Amin.

Ia menilai, keberadaan institut kesehatan yang semakin berkembang harus sejalan dengan upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui penciptaan tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti masih tingginya angka kematian ibu di sejumlah wilayah di Garut, seperti Kecamatan Pakenjeng, Banjarwangi, dan Cilawu.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, ekonomi, hingga pernikahan usia dini.

Baca Juga :  Magister Pendidikan Matematika IPI Garut

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan cara sederhana. Mulai dari pendidikan perempuan, kondisi ekonomi keluarga, hingga hambatan psikologis dalam mengakses layanan kesehatan, semuanya saling berkaitan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, masih terdapat ibu hamil yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan akibat persoalan administrasi dan stigma sosial.

Kondisi tersebut berdampak pada tidak optimalnya pelayanan kesehatan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kematian ibu.

Selain itu, Bupati Syakur Amin juga mencatat bahwa angka kematian bayi di Garut mulai mengalami penurunan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk pemenuhan gizi selama masa kehamilan.

“Alhamdulillah, angka kematian bayi sudah mulai turun. Tapi kita tetap harus memperkuat edukasi kesehatan, terutama bagi ibu muda yang masih minim pengetahuan dan akses gizi,” katanya.

Bupati Garut turut menyinggung persoalan sosial yang beririsan dengan isu kesehatan, seperti meningkatnya jumlah janda muda dan potensi stunting akibat tekanan ekonomi keluarga.

Ia menyebut, pada tahun sebelumnya jumlah janda muda di Garut bertambah sekitar 6.000 orang.

“Kondisi ini berdampak pada masalah finansial, pengasuhan anak, hingga risiko stunting. Karena itu, pendekatannya harus menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis,” ujarnya.

Terkait penguatan layanan kesehatan, Abdusy Syakur menyoroti keterbatasan fasilitas dan tenaga medis di Garut.

Ia menyebut, saat ini daerah tersebut masih kekurangan sekitar 1.000 tempat tidur rumah sakit, jika mengacu pada standar rasio nasional.

Baca Juga :  MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi

“Kalau kita bandingkan dengan negara lain, rasio tempat tidur kita masih sangat kurang. Ini sebabnya rumah sakit sering penuh,” ungkapnya.

Selain fasilitas, kekurangan tenaga dokter juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, Garut masih kekurangan hampir 1.500 dokter untuk memenuhi rasio ideal satu dokter per 1.000 penduduk.

“Solusinya jelas, kita harus memperbanyak pendidikan dokter. Di sinilah peran IKKHG sangat penting,” tegasnya.

Ia berharap, IKKHG ke depan mampu membentuk satuan tugas khusus yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menangani persoalan kematian ibu dan bayi, terutama di wilayah dengan risiko tinggi.

“Harus ada tim khusus yang fokus pada daerah-daerah rawan. Ini bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan terhadap masyarakat,” katanya.

Syakur Amin juga mengapresiasi pembangunan Gedung Kampus 3 sebagai bagian dari penguatan sarana pendidikan kesehatan.

Menurutnya, fasilitas yang memadai akan mendorong kualitas pembelajaran dan penelitian.

“Dengan sarana yang terus berkembang, saya yakin IKKHG akan semakin fleksibel dan memiliki daya dobrak yang kuat dalam mencetak tenaga kesehatan unggul,” ujarnya.

Melalui transformasi kelembagaan ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap IKKHG dapat menjadi pusat pengembangan SDM kesehatan yang berorientasi pada pelayanan publik, pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Target kita bukan hanya mencetak lulusan, tapi mencetak agen perubahan di bidang kesehatan. Dari Garut, untuk Garut,” pungkas Bupati syakur Amin.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi
Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi
MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil
Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Magister Pendidikan Matematika IPI Garut
Alya Khalifa dari Al Mashduqi IIBS Garut Lolos ISLC 2026, Gabung 100 Ketua OSIS di UI
OMI Kemenag 2026: Siswi MAN 3 Garut Raih Juara 3 Ekonomi
Raisya Fakhira dari MA Al Mashduqi IIBS Garut Melaju ke Provinsi OMI Fisika 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:36 WIB

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:19 WIB

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:03 WIB

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Senin, 14 September 2026 - 08:35 WIB

Magister Pendidikan Matematika IPI Garut

Berita Terbaru

Reisya Agustina Fauziah Juara 2 OMI 2026

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:19 WIB

MAN 1 Garut meraih dua prestasi dalam EXTRANAS 2026 melalui kategori Stand Expo Tematik dan Video Profil Keterampilan.

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:03 WIB