WARTAGARUT.COM – Sejumlah pengendara di Kabupaten Garut mendapat kejutan saat dihentikan petugas Satlantas Polres Garut dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, Kamis (5/11/2026).
Alih-alih menerima teguran atau penindakan, pengendara yang tertib berlalu lintas justru mendapatkan bunga dan bingkisan produk UMKM lokal.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Garut, AKP Muthia Khansa Nurwijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama jajaran Kanit Satlantas tersebut menjadi pendekatan berbeda dalam mengajak masyarakat membangun budaya keselamatan berlalu lintas.
Petugas memberikan penghargaan kepada pengendara yang dinilai telah menunjukkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Apresiasi berupa bunga dan produk UMKM itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan.
Operasi Patuh Lodaya 2026 Kedepankan Pendekatan Humanis
Kasat Lantas Polres Garut, AKP Muthia Khansa Nurwijaya, mengatakan pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Menurutnya, budaya tertib di jalan raya tidak cukup dibangun melalui penindakan terhadap pelanggaran.
Kesadaran masyarakat juga perlu ditumbuhkan melalui edukasi dan penghargaan kepada mereka yang telah mematuhi aturan.
“Budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui kesadaran bersama. Dengan memberikan penghargaan kepada pengendara yang patuh, diharapkan dapat memotivasi masyarakat lainnya untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ujar Muthia.
Pendekatan tersebut memberikan pesan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga layak mendapatkan perhatian dan apresiasi, bukan hanya pelanggaran yang menjadi sasaran operasi.
Bagikan Helm Gratis hingga Imbauan Keselamatan
Selain memberikan bunga dan bingkisan produk UMKM, personel Satlantas Polres Garut juga melaksanakan patroli humanis dengan menyampaikan imbauan kepada pengguna jalan.
Petugas mengingatkan pengendara agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Upaya edukasi juga dilakukan melalui penempelan stiker imbauan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), serta pembagian helm gratis.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan potensi pelanggaran di jalan raya.
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut berupaya mengajak masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin.
Penghargaan kepada pengendara yang tertib diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pengguna jalan lainnya untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas saat berkendara.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar