WARTAGARUT.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, menilai kehadiran ChatHPT sebagai inovasi teknologi yang dapat membantu umat Islam memahami produk pemikiran keagamaan Muhammadiyah.
Asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut dinilai mampu mendekatkan khazanah keilmuan, keputusan, dan fatwa Majelis Tarjih dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Dr. Agus, ChatHPT merupakan salah satu wujud Gerakan Islam Berkemajuan yang memadukan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kehadirannya diharapkan memudahkan anggota, simpatisan, serta masyarakat luas dalam mengenali substansi pemikiran keagamaan Muhammadiyah.
Ia menjelaskan, ChatHPT tidak hanya membantu pengguna menemukan informasi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai proses istinbat hukum Islam hingga menjadi keputusan dan fatwa.
Dengan begitu, pengguna dapat memperoleh pemahaman mengenai landasan dan proses lahirnya suatu produk ijtihad.
“ChatHPT sebagai asisten AI sangat membantu para anggota, simpatisan dan umat Islam di manapun untuk mengenali isi substansi bahkan sekaligus diberikan panduan prosedur bagaimana istimbat hukum Islam berproses menjadi sebuah keputusan, fatwa, plus menjadi kompas berkeagamaan,” ujar Dr. Agus dalam keterangannya kepada WartaGarut.com, Jum’at, (6/11/2026).
Mendekatkan produk ijtihad dengan kehidupan umat
Dr. Agus menilai, salah satu tantangan dalam pemahaman keagamaan adalah jarak antara norma yang tertuang dalam keputusan atau fatwa dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui ChatHPT, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh penjelasan sekaligus panduan teknis untuk memahami produk ijtihad Muhammadiyah.
Akses yang lebih praktis itu dinilai dapat membantu umat menelusuri dasar pemikiran di balik suatu keputusan keagamaan.
“Dengan adanya karya ini umat Islam dimanapun bisa diberikan arah dan sekaligus panduan teknis dalam memahami produk ijtihad yang selama ini seolah ‘berjarak’ antara norma dan tindakan umat,” katanya.
Peluncuran ChatHPT di tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendapat perhatian Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
Dalam pemberitaan resmi Muhammadiyah pada 6 November 2026, prof. Haedar Nashir mengajak warga Muhammadiyah untuk mulai akrab dengan layanan tersebut agar lebih mudah mengakses keputusan dan fatwa Majelis Tarjih.
ChatHPT dikembangkan melalui kolaborasi Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Pustaka dan Informasi, serta LabMU.
Layanan ini dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi khazanah keilmuan Tarjih, termasuk keputusan, fatwa, dan rujukan melalui percakapan dengan bahasa sehari-hari.
Bagian dari ikhtiar menyambut Milad ke-114 Muhammadiyah
Dr. Agus menyebut ChatHPT sebagai salah satu karya Muhammadiyah yang dipersembahkan menjelang Milad ke-114.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi untuk memperluas pemahaman keagamaan menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.
Ia mengaitkan inovasi tersebut dengan tujuan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun akhirat.
Karena itu, pengembangan teknologi dalam gerakan dakwah perlu ditopang oleh kerja bersama, kreativitas, komunikasi, serta keikhlasan.
“Lajunya gerakan ini selalu dalam bingkai kompak, kreatif, dan komunikatif,” kata Dr. Agus.
Ia juga menekankan pentingnya pertemuan antara kekuatan keilmuan ulama, semangat pembaruan, dan kemampuan menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang relevan bagi masyarakat.
Bagi Dr. Agus, teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam semakin dekat dengan kebutuhan umat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah menghadirkan dakwah yang responsif terhadap perubahan zaman.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar