AI Makin Canggih, Ketua PDM Garut Ungkap Tantangan Kader Muhammadiyah di Era Digital

Rabu, 23 September 2026 - 19:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha menanggapi pentingnya penguasaan AI bagi kader Muhammadiyah dengan tetap mengedepankan etika.

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha menanggapi pentingnya penguasaan AI bagi kader Muhammadiyah dengan tetap mengedepankan etika.

WARTAGARUT.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perlu direspons dengan kesiapan sumber daya manusia sekaligus penguatan nilai dan etika.

Pandangan tersebut relevan dengan pesan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto yang mendorong kader, terutama generasi muda, untuk menguasai AI dan teknologi modern.

Namun, penguasaan teknologi tersebut dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi kemampuan memeriksa informasi, menjaga moral, dan mengarahkan teknologi untuk kemaslahatan.

Bagi Muhammadiyah, perkembangan AI merupakan bagian dari perubahan teknologi yang tidak dapat dihindari. Karena itu, kader tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memahami cara memanfaatkannya secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab.

Dr. Agus Rahmat Nugraha sebelumnya juga telah menekankan pentingnya dakwah digital bagi generasi muda Muhammadiyah.

Ia menyebut generasi Z, generasi Alfa, dan milenial perlu dilibatkan sebagai subjek sekaligus pelaku dakwah digital.

Dalam konteks tersebut, AI dapat menjadi instrumen untuk memperluas ruang pendidikan, dakwah, literasi, riset, maupun pelayanan kepada masyarakat.

Namun, teknologi tetap harus ditempatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bukan menggantikan nilai dan tanggung jawab manusia.

“Penguasaan teknologi harus berjalan bersama dengan nilai-nilai keislaman. Jangan sampai kecanggihan teknologi justru membuat kita kehilangan arah,”tutur Dr. Agus Rahmat Nugraha melalui rilis kepada redaksi Warta Garut, Rabu, 23 September 2026.

Baca Juga :  JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Pesan tersebut sejalan dengan gagasan yang disampaikan Agung Danarto bahwa AI memiliki kelemahan, terutama terkait validitas informasi.

Karena itu, informasi yang dihasilkan AI tetap membutuhkan pemeriksaan dan verifikasi sebelum digunakan atau disebarluaskan.

Bagi kader Muhammadiyah, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Konten yang dibuat dengan bantuan AI dapat menyebar dengan cepat, sehingga kesalahan informasi juga berpotensi ikut tersebar apabila pengguna tidak melakukan pemeriksaan.

AI dan Tantangan Pendidikan Muhammadiyah

Isu AI juga memiliki keterkaitan erat dengan dunia pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.

Pada Juni 2026, PDM Garut menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan transformasi pendidikan, termasuk konsep deep learning, melalui kegiatan Studium Generale yang menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi teknologi tidak hanya menjadi pembahasan di tingkat pusat.

Lingkungan pendidikan Muhammadiyah di Garut juga menghadapi kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan metode pembelajaran.

Di sisi lain, penguasaan AI perlu disertai kemampuan berpikir kritis.

Kader dan peserta didik perlu memahami bahwa jawaban yang diberikan sistem AI bukan otomatis merupakan fakta yang benar.

Baca Juga :  Paskibra MTsN 1 Garut Borong Prestasi di LKBB Madagaskar 2026 Se-Jawa Barat

Karena itu, literasi AI tidak hanya berarti mampu menggunakan aplikasi AI untuk membuat tulisan, gambar, video atau menganalisis data.

Literasi AI juga mencakup kemampuan memahami keterbatasan teknologi, memeriksa sumber, menjaga privasi, menghormati hak cipta, serta mempertimbangkan dampak sosial dari penggunaannya.

Teknologi Harus Menguatkan Peran Manusia

Pesan tentang etika menjadi penting karena kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tanggung jawab baru.

Muhammadiyah sendiri menempatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kerangka Islam Berkemajuan.

Dalam artikel Muhammadiyah.or.id, Agung Danarto menekankan bahwa ilmu seharusnya meningkatkan keimanan sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan kader di era AI bukan sekadar seberapa banyak aplikasi yang mampu digunakan.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan peradaban.

Bagi PDM Garut, tantangan ke depan adalah memastikan kader mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai dasar Persyarikatan.

Teknologi boleh berubah dengan cepat. Namun, kemampuan berpikir kritis, integritas, akhlak, tanggung jawab, dan orientasi kemanfaatan tetap menjadi fondasi dalam penggunaannya.

Pada akhirnya, AI dapat menjadi alat yang sangat kuat. Tetapi arah pemanfaatannya tetap bergantung kepada manusia yang menggunakannya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JADILAH GURU BERKEMAJUAN
Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026
KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya
SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Ideologi Guru dan Staf lewat Pengajian Pembinaan
Mahasiswa S-2 Matematika IPI Garut Dorong Pembelajaran Berbasis AI
PDM Garut Dorong AIK Jadi Akar Penguatan Sekolah Muhammadiyah
Ketua PDM Garut Ungkap Makna Jiwa Merdeka: Tak Takut Selain kepada Allah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:42 WIB

AI Makin Canggih, Ketua PDM Garut Ungkap Tantangan Kader Muhammadiyah di Era Digital

Jumat, 18 September 2026 - 15:30 WIB

JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Mahasiswa Uniga Raih Dua Podium di Arung Progo Festival 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya

Berita Terbaru