WARTAGARUT.COM – Dosen Universitas Garut (Uniga) mulai didorong memperkuat kualitas proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghadapi peluang pendanaan hibah tahun 2027.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan menyusun gagasan inovatif, memiliki kebaruan penelitian, serta menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sharing Session Penelitian dan Pengabdian di Lingkungan Universitas Garut yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniga, di Gedung B, Aula Fekon Lama Universitas Garut, Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan bertema “Strategi Menyusun Proposal Penelitian dan Pengabdian Inovatif dan Kompetitif untuk Hibah 2027” itu diikuti dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Uniga.
Pembahasan diarahkan pada sejumlah aspek penting dalam penyusunan proposal agar memiliki peluang bersaing dalam program pendanaan.
Di antaranya kebaruan atau novelty gagasan, relevansi penelitian, ketepatan metodologi, serta luaran yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan.
Kebaruan dan Metodologi Jadi Perhatian
Dalam penyusunan proposal penelitian, kebaruan gagasan menjadi salah satu unsur yang perlu diperkuat.
Dosen didorong tidak hanya mengajukan topik penelitian, tetapi juga mampu menjelaskan kontribusi baru yang ditawarkan serta relevansinya dengan persoalan yang diteliti.
Kejelasan metodologi dan target luaran juga menjadi bagian penting.
Proposal perlu disusun dengan perencanaan yang terarah sehingga tujuan penelitian, metode pelaksanaan, dan hasil yang ingin dicapai memiliki keterkaitan yang jelas.
Melalui forum berbagi pengalaman dan diskusi tersebut, dosen memiliki kesempatan memperluas wawasan mengenai strategi mempersiapkan proposal yang sesuai dengan ketentuan dan arah kebijakan program hibah.
Proposal Pengabdian Harus Menjawab Persoalan Masyarakat
Selain penelitian, penyusunan proposal pengabdian kepada masyarakat turut menjadi perhatian LPPM Uniga.
Program pengabdian didorong agar tidak berhenti pada kegiatan penerapan ilmu pengetahuan, tetapi mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Penerapan teknologi dan inovasi diharapkan menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai bagian penting dalam perencanaan program.
Dengan begitu, kegiatan pengabdian memiliki arah yang lebih terukur, mulai dari identifikasi persoalan, bentuk intervensi, hingga potensi dampaknya.
LPPM Uniga Dorong Daya Saing Proposal Dosen
LPPM Uniga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan dosen dalam memanfaatkan peluang pendanaan hibah 2027.
Sasarannya bukan hanya meningkatkan jumlah proposal yang diajukan, melainkan juga memperbaiki kualitas substansi agar mampu bersaing dalam seleksi pendanaan tingkat nasional maupun skema lainnya.
Penguatan kolaborasi antardosen, pengembangan gagasan kreatif, dan perencanaan program yang matang menjadi bagian dari upaya membangun budaya penelitian dan pengabdian di lingkungan kampus.
Melalui penguatan kedua bidang tersebut, Universitas Garut berupaya meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penelitian dan pengabdian diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembangan institusi dan kesejahteraan masyarakat.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni














Komentar