WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut meraih juara umum pertama pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Pimpinan Daerah (Pimda) Muhammadiyah Garut 2026.
Sebanyak 14 peserta yang dikirim sekolah tersebut berhasil membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu.
Prestasi itu menjadi hasil dari latihan rutin para siswa yang menjalani pembinaan bersama pelatih, termasuk setelah kegiatan belajar di sekolah.
Sekolah pun berencana memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi dan pelatih yang mendampingi mereka.
Kejurda Tapak Suci Pimda Muhammadiyah Garut 2026 dibuka Oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, MAg., di Aula Gedung Dakwah PDM Garut, Jalan Pembangunan Nomor 155, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (30/10/2026).
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswanya.
Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah medali, tetapi juga dari kemampuan para peserta meraih prestasi secara merata.
“Alhamdulillah, 14 peserta yang kami kirim semuanya mendapatkan medali, mulai dari emas, perak, hingga perunggu. Kami juga berhasil menjadi juara umum pertama,” ujarnya.
Isi Artikel
Latihan Rutin Jadi Bekal Meraih Prestasi
Yan Yan mengatakan, capaian para atlet tidak terlepas dari semangat mereka menjalani latihan secara rutin.
Ia mengamati para siswa tetap berlatih setelah pulang sekolah dengan pendampingan pelatih.
“Kebetulan anak-anak menjalani latihan rutin dengan didampingi pelatih. Semangat latihan mereka terlihat sekali. Hampir setiap hari, setelah pulang sekolah, mereka melakukan latihan,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan berlatih tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan dan kesiapan siswa menghadapi pertandingan.
Sekolah berupaya menjaga proses pembinaan agar prestasi yang diraih tidak berhenti pada satu kejuaraan.
Regenerasi Atlet Disiapkan Sejak Kelas X
Untuk mempertahankan prestasi pada Kejurda berikutnya, SMK Muhammadiyah Garut terus melakukan pembinaan secara rutin sekaligus menyiapkan regenerasi atlet Tapak Suci.
Yan Yan menjelaskan, peserta yang mengikuti kejuaraan berasal dari kelas X, XI, dan XII.
Kondisi ini membuka peluang bagi sekolah untuk membina siswa yang lebih muda agar dapat melanjutkan prestasi para seniornya.
“Regenerasi dan pengaderan harus terus dilakukan. Siswa yang baru masuk SMK juga akan kami bina melalui Tapak Suci, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan meneruskan prestasi kakak kelasnya,” tuturnya.
Bersiap Menghadapi Persaingan Tingkat Jawa Barat
Setelah meraih hasil di tingkat daerah, para atlet SMK Muhammadiyah Garut akan menghadapi tantangan berikutnya pada kejuaraan tingkat wilayah Jawa Barat.
Yan Yan mengakui persaingan di tingkat provinsi akan lebih berat karena jumlah peserta dan kekuatan lawan diperkirakan lebih besar.
Karena itu, sekolah berencana mempertahankan latihan rutin dan meningkatkan kemampuan para atlet.
“Untuk tingkat wilayah, persaingannya tentu lebih berat karena pesertanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Insya Allah, kami akan tetap melakukan pembinaan dan latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan anak-anak di bidang Tapak Suci,” katanya.
Ia juga menyinggung pengalaman M. Wildan Faturrahman yang sebelumnya pernah meraih prestasi pada kejuaraan tingkat wilayah.
Wildan disebut pernah menjadi pesilat terbaik dan turut memperkuat capaian sekolah pada kompetisi tingkat provinsi sebelumnya.
Menurut Yan Yan, pengalaman tersebut menjadi modal untuk menghadapi persaingan berikutnya, meskipun sekolah tetap perlu mempersiapkan atlet secara lebih matang.
Sekolah Siapkan Apresiasi bagi Atlet dan Pelatih
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi siswa, pihak sekolah berencana memberikan keringanan iuran pendidikan atau SPP berdasarkan capaian medali.
Yan Yan menjelaskan, siswa peraih juara pertama direncanakan memperoleh pembebasan SPP selama tiga bulan, juara kedua selama dua bulan, dan juara ketiga selama satu bulan.
“Insya Allah, kami akan memberikan apresiasi kepada anak-anak. Untuk juara satu, tiga bulan bebas iuran; juara dua, dua bulan; dan juara tiga, satu bulan,” ujarnya.
Sekolah juga berencana memberikan apresiasi kepada pelatih yang telah mendampingi siswa hingga meraih prestasi.
Menurut Yan Yan, penghargaan tersebut merupakan bentuk terima kasih atas upaya bersama dalam mengharumkan nama sekolah.
Ia berharap keberhasilan pada Kejurda Tapak Suci 2026 dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kejuaraan berikutnya.
Para siswa juga diharapkan mengajak lebih banyak teman untuk bergabung dan mengembangkan kemampuan melalui Tapak Suci.
“Harapan saya, anak-anak tetap bisa mempertahankan prestasi ini, bahkan meningkatkannya. Saya juga berharap mereka bisa mengajak teman-teman lain yang belum bergabung,” katanya.
Daftar peraih medali SMK Muhammadiyah Garut
Berdasarkan daftar prestasi yang diberikan, berikut rincian atlet dan capaian mereka.
| No. | Nama atlet | Prestasi |
|---|---|---|
| 1 | Satria Muhammad | Juara 1 – Emas |
| 2 | Wildan Faturrahman | Juara 1 – Emas |
| 3 | Sagara | Juara 1 – Emas |
| 4 | Komin | Juara 1 – Emas |
| 5 | Damar Sabda | Juara 1 – Emas |
| 6 | Bilqis | Juara 2 – Perak |
| 7 | Sinta | Juara 2 – Perak |
| 8 | Jivanca | Juara 2 – Perak |
| 9 | Callista | Juara 2 – Perak |
| 10 | Wafa M. Wijdan | Juara 3 – Perunggu |
| 11 | Suhaimah Gina | Juara 3 – Perunggu |
| 12 | Ai Nesa | Juara 3 – Perunggu |
| 13 | Salsa Adinda | Juara 3 – Perunggu |
| 14 | Rizzi Mauladan | Juara 3 – Perunggu |
Rekapitulasi prestasi:
5 medali emas
4 medali perak
5 medali perunggu
Juara umum pertama
Pesilat terbaik kategori remaja: M. Wildan Faturrahman.
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar